Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Warga Venezuela Hidup Dengan Rp18.000 Per Bulan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 23 November 2020 |11:53 WIB
Cerita Warga Venezuela Hidup Dengan Rp18.000 Per Bulan
Norman Mujica. (Foto: Oswer Dias Mireles)
A
A
A

Jatuh sakit

Pada tahun 2000, Norma mengalami stroke di tempat kerja. "Tekanan darah saya melonjak, saya jatuh ke lantai dan mengalami kondisi yang buruk," kenangnya.

Akhirnya dia bisa berbicara dan berjalan lagi dengan tongkat. Tapi dia tidak pernah bisa melanjutkan pekerjaan. Dia pensiun lebih awal, pada September 2000 karena disabilitas.

Saat itu, tunjangan Norma setara dengan USD172 (Rp2,4 juta) per bulan, yang memungkinkannya memenuhi semua kebutuhan dasarnya.

"Saya mampu membeli makanan yang cukup, membayar tagihan telepon, membeli obat, dan yang terpenting, suami saya bekerja," katanya.

Dia mendapat manfaat dari perubahan yang diberlakukan setelah reformasi konstitusi pada 1999 oleh mantan Presiden Hugo Chavez.

Perubahan itu mengamanatkan pemerintah untuk membayar upah minimum dan pensiun yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Saat suami Norma meninggal pada 2015, uang pensiun itu menjadi satu-satunya penghasilannya.

Sistem kolaps

Di Venezuela, seperti di banyak negara lain, sistem pensiun didanai oleh karyawan-karyawan yang beberapa persen dari gajinya dipotong untuk membayar gaji para pensiunan.

Tetapi banyak pekerja, terutama yang berkualifikasi tinggi, telah meninggalkan negara itu.

Upah keseluruhan di negara itu rendah dan banyak orang yang bekerja pada sektor informal, yang berarti mereka tidak memberikan kontribusi apa pun.

Beban pensiun 4,5 juta rakyat Venezuela sebagian besar ditanggung negara. Tapi secara matematika, itu tidak memungkinkan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement