China Tuding AS "Berbahaya", Ciptakan Kekacauan di Asia Pasifik

Selasa 24 November 2020 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 18 2315493 china-tuding-as-berbahaya-ciptakan-kekacauan-di-asia-pasifik-V8sOl8IBvI.JPG Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Robert O'Brien. (Foto: Reuters)

MANILA - China menuding Amerika Serikat (AS) mencoba menciptakan kekacauan di kawasan Asia Pasifik, sehari Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien melakukan kunjungan ke Filipina untuk menyampaikan dukungan Washington kepada Manila dalam sengketa maritim dengan Beijing.

Dalam kunjungan tersebut, O'Brien menegaskan dukungan AS kepada Filipina dan Vietnam, yang berselisih dengan China dalam sengketa wilayah di Laut Cina Selatan. Dia juga menyatakan komitmen AS kepada Taiwan.

BACA JUGA: Filipina dan China Bersitegang soal Pulau Thitu 

Beijing mengatakan bahwa komentar O'Brien tersebut “tidak masuk akal” dan memperbesar ketegangan regional.

"Kami dengan tegas menentang pernyataan yang penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan secara sembarangan menghasut konfrontasi," kata Kedutaan Besar China di Manila dalam pernyataan yang di-posting di situs resminya pada Senin (23/11/2020), sebagaimana dilansir Reuters.

“Ini menunjukkan bahwa kunjungannya (O'Brien) ke kawasan ini bukan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan, tetapi untuk menciptakan kekacauan di kawasan dalam rangka mencari kepentingan egois AS.”

China mengklaim 90% Laut China Selatan termasuk wilayah yang diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Pada 2016, pengadilan internasional memutuskan bahwa klaim luas China, berdasarkan peta historisnya, tidak sejalan dengan hukum internasional.

BACA JUGA: Indonesia Berharap AS dan China Tak Picu Ketegangan di Laut China Selatan

Amerika Serikat telah berulang kali mengirim kapal perang ke jalur perairan strategis itu untuk mendemonstrasikan kebebasan navigasi di sana.

“Fakta telah membuktikan bahwa AS adalah pendorong terbesar militerisasi,” kata pernyataan kedutaan, menyebutnya sebagai “faktor eksternal paling berbahaya” di Laut China Selatan.

Kedutaan Amerika Serikat di Manila belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut. 

(Bernadus Melkianus Danomira)

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini