Sidang Narkoba Putra Wakil Wali Kota Tangerang, Saksi Ahli Minta Akmal Direhabilitasi

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 24 November 2020 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 340 2315404 sidang-narkoba-putra-wakil-wali-kota-tangerang-saksi-ahli-minta-akmal-direhabilitasi-akZx8Nwmkm.jpg Sidang kasus narkoba anak Wakil Wali Kota Tangerang. (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Sidang kasus narkoba anak Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin Akmal dan kawan-kawannya dilanjutkan hingga larut malam, di PN Tangerang, Banten. Sidang virtual kali ini, menghadirkan saksi ahli dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta, dokter Yosep. Dalam keterangannya, Yosep menyampaikan permintaan agar merehabilitasi Akmal dan kawan-kawan.

(Baca juga: Habib Rizieq-Nikita Mirzani Disorot Media Asing, Sebut Bangsa Ini Kritis)

"Jadi assesment ini permintaan langsung dari teman-teman kepolisian. Ya, ini ada permintaan langsung penyidik," kata Yosep, di ruang sidang No 1 PN Tangerang, semalam.

Berdasarkan pemeriksaan pihaknya kepada terdakwa Akmal, diketahui bahwa putra Wakil Wali Kota Tangerang itu sudah mengalami ketergantungan narkotika. Dia teratur menggunakan sabu tiap hari sebulan terakhir.

"Kategori penggunaan tetatur pakai. Asumsi saya, si pasien ini teratur menggunakan dalam kurun waktu 1 bulan terakhir. Ternyata dalam 3 bulan terakhir, punya penggunaan teratur, dia sudah pakai setiap hari," jelasnya.

Dilanjutkan dia, tingkat kebutuhan terdakwa Akmal terhadap natkotika sudah tinggi. Hal ini terungkap dari periodik dia memakai yang cukup lama dan kadar ketergantungannya.

"Dari kesimpulan ini, dalam konteks pasien yang datang ke lembaga kami, kayak sekolah, kayak pesantren yang elite. Ketimbang dia masuk ke tempat seperti kotak (penjara), pasti ada rasa cemas, depresi," sambungnya.

Yosep khawatir, jika Akmal digabungkan ke dalam penjara bersama dengan pecandu narkotika lainnya, tingkat kecanduannya akan meningkat dan membuatnya semakin parah.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ada beberapa penyebab kenapa seseorang harus menjalani rehabilitasi. Pertama, karena orang tersebut tidak memiliki jaringan. Sehingga, bisa menggunakan memakai asesmen dari medis.

"Pengalaman saya di-asesment medis tingkat orang memakai narkotika tidak serta merta. Ada penyebabnya. Tetapi untuk menentukan dia berhak direhabilitasi atau di penjara, itu ada asesmen hukumnya," sambung Yosep.

Saat mendengar keterangan saksi ahli, reaksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) kritis dengan menyangakan apakah ada perbedaan antara pecandu dengan penyalahguna narkotika.

Tidak hanya itu, pihak JPU juga menyatakan apakah rekomendasi rehabilitasi itu dikeluarkan karena terdakwa anak dari Wakil Wali Kota atau berlaku umum kepada semua terdakwa pengguna narkotika yang ada.

(Baca juga: Menantu Luhut Maruli Simanjuntak Dimutasi dari Komandan Paspampres)

Mendapat cecaran pertanyaan itu, saksi ahli mengatakan, bahwa dirinya tidak berperan aktif dalam pemberian rekomendasi itu. Semua berdasarkan permintaan terdakwa.

"Kita tidak datang jemput bola, tapi hanya menunggu bola. Jika datang permintaan, kita lakukan. Pecandu itu, tidak terkait dengan jarigan yang bisa dibuktikan oleh tes urine dan asesment yang kita lakukan," tukasnya.

Seperti diletahui, dalam sidang ini terdakwa Akmal yang merupakan putra Wakil Wali Kota Tangerang berperan sebagai penyumbang terbesar dalam patungan membeli sabu.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini