Tidak Terima Dilaporkan, Oknum ASN Serang Ketua Panwascam dengan Benda Tajam

Demon Fajri, Okezone · Selasa 24 November 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 340 2315414 tidak-terima-dilaporkan-oknum-asn-serang-ketua-panwascam-dengan-benda-tajam-owFkpJEJnw.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BENGKULU - Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, Husnul Hamidiyah (42) diduga dianiaya dengan benda tajam oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, berinisial KI (38).

Terduga pelaku yang diketahui warga Kelurahan Puguk, Kecamatan Seluma Utara itu tidak terima karier pangkatnya terhambat setelah dilaporkan Panwscam mengenai ketidak netralannya.

Sehingga terduga pelaku langsung mendatangi Sekretariat Panwascam Seluma Utara, dan marah kepada ketua Panwascam Seluma Utara, Husnul Hamidiyah. Saat itu korban sempat menenangkan pelaku, namun hal tersebut tetap tidak diterima pelaku.

 Aniaya

Seketika itu terduga pelaku langsung menyerang korban dengan benda tajam, dan mengenai tangan kirinya. Usai melakukan perbuatannya KI langsung meninggal tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo mengatakan, motif sementara dikarenakan terduga pelaku mendapat informasi dari atasannya, jika pelaku tidak mendapatkan mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN) mengenai pengajuan kenaikan pangkatnya.

Hal tersebut, kata Swittanto, lantaran terduga pelaku pernah memposting di akun media sosial FaceBook (FB) yang mendukung salah satu pasangan calon.

''Terduga pelaku menyerahkan diri di rumahnya kepada petugas Kepolisian,'' kata Swittanto, saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (24/11/2020).

Saat ini, lanjut Swittanto, pihaknya telah meminta keterangan 4 orang saksi. Yakni, Kepala Sekretariat Panwascam Seluma Utara dan 3 staf sekretariat Panwascam. Selain itu, kata Swittanto, dari keterangan keluarga, antara pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga.

''Antara pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga. Pelaku merupakan keponakan dari korban atau paman terduga pelaku,'' pungkas Swittanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini