Buntut UMK Tak Naik, Buruh di Cianjur Bakal Gelar Demo

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 24 November 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 525 2315273 buntut-umk-tak-naik-buruh-di-cianjur-bakal-gelar-demo-UOqjvLpoPf.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BANDUNG - Buruh di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berencana menggelar aksi demontrasi di Kantor Bupati Cianjur, besok. Aksi ini sebagai tindak lanjut dari tidak baiknya upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2021 Kabupaten Cianjur yang tidak mengalami kenaikan.

"Sesuai pemberitahuan yang kami sampaikan, besok teman teman buruh di Cianjur akan menggelar aksi demo," kata Ketua DPD KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto, Selasa (24/11/2020).

Baca juga:

Kenaikan UMK 2021 Tak Sesuai, Buruh di Jatim Bakal Turun ke Jalan   

Mengulas Sejumlah Pasal Kontroversial dalam UU Cipta Kerja


Namun, sebelum menggelar aksi, sore ini perwakilan buruh melakukan pertemuan dengan Bupati Cianjur. Pertemuan itu difasilitasi oleh Polres setempat. Dialog tersebut diharapkan menemukan titik temu atas tidak baiknya UMK Kabupaten Cianjur.

"Tuhan kami, meminta Bupati Cianjur membuat surat kepada Gubenur Jabar untuk merevisi SK UMK Tahun 2021 dengan menaikkan UMK Kabupaten Cianjur tahun 2021 sebesar 8 persen dari UMK tahun 2020," beber Roy.

Diberitakan sebelumnya, tuntutan ini menyusul kekesalan buruh atas penetapan UMK 2021. Di mana pda rekomendasi PJs Bupati menyebut kenaikan 8% untuk UMK tahun 2021. Sampai dengan terakhir rapat dewan pengupahan provinsi dan ditandatanganinya berita acara, masih merekomendasikan 8%.

Namun dalam Kepgub UMK tahun 2021 yang diterbitkan pada 21 November lalu, kabupaten Cianjur menjadi salah satu diantara 10 kab/kota yang tidak naik. Alasan mereka, kata dia, ada surat klarifikasi rekomendasi dari PJs Bupati Cianjur tanggal 20 November 2021.

"Surat tersebut tidak pernah dibahas di Depeprov Jabar, karena sampai selesai rapat depeprov tidak ada surat tersebut. Kami kita tidak tahu kapan surat susulan dari Cianjur tersebut disampaikan ke Pemprov Jabar," beber Roy.

Buruh, kata dia, sangat menyayangkan kenapa hal itu tidak dibahas lagi di dewan pengupahan provinsi Jawa Barat. Mestinya hal itu dibahas, bahwa ada devisi.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini