Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aplikasi Gayatri Masuk Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020

Karina Asta Widara , Jurnalis-Rabu, 25 November 2020 |19:08 WIB
Aplikasi Gayatri Masuk Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020
Foto : Dok Mojokerto
A
A
A

Mojokerto - Setelah bersaing dengan ribuan kandidat se-Indonesia, aplikasi Inovasi Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi (Gayatri) masuk pada Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020.

Prestasi atas gagasan yang diprakasai oleh Dinas Kesehatan Kota Mojokerto tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, di Gedung Tribata, Jakarta Selatan, Rabu siang (25/11/2020).

Mengawali satu data Indonesia, aplikasi Gayatri menjadi akses pertama bagi Kota Mojokerto dalam bidang kesehatan untuk melayani masyarakat. Bagaimana tidak, dalam satu aplikasi yang dapat diunduh melalui smartphone pribadi, masyarakat bisa dengan mudah melakukan aktifitas seperti layanan pengingat jadwal kontrol, akses layanan Primary Care (PCare) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pembaharuan secara rutin kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu, inovasi Gayatri juga terintegrasi dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

"Kelebihan dari Gayatri selain memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, kami juga memberikan informasi secara real time update Covid-19 di Kota Mojokerto. Sehingga, masyarakat dapat terus mendapatkan informasi sscara valid dari aplikasi tersebut. Melalui aplikasi ini juga, masyarakat dapat dengan sendirinya mengakses layanan kesehatan tanpa bantuan kader motivator kesehatan. Namun, tetap akan diberikan pendamping secara langsung dari para kader, jikalau ada pembaharuan dari Gayatri," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, usai menerima penghargaan dari Kemenpan RB.

Selama ini, Ning Ita, sapaan akrab walikota, sangat konsen dalam memperbaiki layanan kesehatan di Kota Mojokerto. Terlebih, terkait warga yang telah lanjut usia (lansia), stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak), ibu hamil, pemulihan gizi dan masih banyak lainnya. Sejak ia menjabat, banyak ditemukan berbagai keluhan dari masyarakat terkait akses layanan kesehatan yang tidak mudah dijangkau.

Berawal dari hal tersebut, lahirlah Gayatri yang saat ini menjadi primadona bagi masyarakat dalam mengakses kebutuhan kesehatan. Tak hanya itu, ia juga mengerahkan sedikitnya 1.625 kader motivator kesehatan untuk memberikan edukasi di masyarakat.

Perlu diketahui, Kota Mojokerto merupakan salah satu daerah yang masuk dalam 3.059 inovasi dari kementerian, lembaga, badan usaha milik negara (BUMN), pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota se-Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement