JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara soal penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo lewat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, pihaknya juga baru mendengar kabar tersebut dari media.
“Pertama, kami baru mendengar berita soal kader kami yang menjadi Menteri KKP itu baru dari media massa, baik media cetak, online, maupun televisi,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2020).
Untuk itu, lanjut Dasco, Partai Gerindra belum bisa berkomentar lebih jauh karena pihaknya masih menunggu informasi yang valid dari KPK tentang itu. Pihaknya juga meminta kepada rekan-rekan media untuk sabar menunggu.
“Kami mohon rekan-rekan media bersabar dan untuk menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Adapun komunikasi terakhir, menurut Dasco, komunikasi dilakukan sebelum Edhy berangkat ke Amerika Serikat (AS), atau sekitar 2 minggu yang lalu. Dalam komunikasi itu, Edhy hanya pamit hendak ke Amerika.
“Mungkin 2 minggu yang lalu atau 12 hari yang lalu, saya lupa,” ujar Dasco.
“Enggak, dia cuma bilang pamit saja ke Amerika,” imbuhnya.
Soal dugaan korupsi ekspor benih lobster, Wakil Ketua DPR Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku) ini belum bisa berkomentar sampai mendapatkan keterangan resmi dari KPK. Termasuk soal 30 perusahaan yang mendapatkan izin atas ekspor tersebut.