Kisah Kiai Baidowi yang Jasadnya Tidak Berbau dan Utuh Meski Tiga Tahun Dikubur

iNews TV, MNC Media · Sabtu 28 November 2020 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 519 2318011 kisah-kiai-baidhowi-yang-jasadnya-tidak-berbau-dan-utuh-meski-tiga-tahun-dikubur-aEGw9J2GIF.jpg Foto: iNews

SAMPANG - Sebuah kuburan di Desa Batuporo Barat ambruk dan mengegerkan warga di Kecamatan Kedundung Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Kabar tersebut mendadak viral, karena diketahui terdapat jasad Kiai Ahmad Baidhowi yang sudah dikubur selama tiga tahun masih utuh dan dibalut dengan kain kafan seperti baru dipakai.

Kiai Ahmad Baidowi adalah pengasuh Madrasah Dakwatut Tauhid di Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang. Semasa masih hidup dia dikenal warga sering bersilaturahim dan menjadi panutan warga. Dia meninggal karena sakit saat waktu maghrib di bulan maulud pada tahun 2017 silam.

(Baca juga: Heboh! Seekor Buaya Masuk ke Area Parkir Mal di Palu)

Sofyan Ahmad, putra keempat dari Kiai Baidhowi membenarkan kabar peristiwa tersebut. Bahwa sebelumnya terjadi hujan lebat di saat banyak santri sholat jamaah pukul 12 siang dan tiba tiba kuburan kyai itu ambruk.

Para santri yang saat itu sedang sholat pun berhamburan dan melihat jelas jasad ulama kharismatik yang sudah terkubur selama tiga tahun itu masih utuh. Dia langsung menginstruksikan kepada anak dan cucu almarhum supaya turun dan menggali kembali kuburan bermaksud supaya dilihat dan segera diperbaiki.

“Menantu dan cucu memberi tahu kepada saya kalau makam ambruk. lalu saya berinisiatif untuk menggali karena tanah terlalu ke bawah. setelah santri ke bawah ternyata jenasah masih utuh,” ujarnya, Sabtu (28/11/2020).

Saat itu kata Sofyan, rambut almarhum masih terlihat utuh dan tidak berbau. “Rambut masih utuh dan tidak berbau apa-apa. kalau daging sudah dimakan ulat tentunya tulang sudah remuk, namun almarhum seperti semula posisinya, seperti baru dikubur,” sambungnya.

Tidak lama kemudian, dia langsung memerintahkan untuk menguras air yang menggenangi makam Kiai Baidhowi.

“Kuburan tersebut langsung dibersihkan dari air yang menggenang dan jenazah ditambah kain kafannya karena sudah lusuh,” tandasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini