Parigi Moutong Kembali Diguncang Gempa M4,5, Tidak Berpotensi Tsunami

Subhan Sabu, Okezone · Minggu 29 November 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 340 2318416 parigi-moutong-kembali-diguncang-gempa-m4-5-tidak-berpotensi-tsunami-A0Q1Ex4Nhz.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

PARIGI MOUTONG - Wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa bumi pada Minggu, (29/11/2020). Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa pada pukul 20.14 Wita, wilayah Palasa diguncang gempa bumi tektonik.

Gempa bumi tersebut memiliki parameter M 4.5 terjadi pada koordinat episenter pada 0.60 LU dan 120.45 BT, atau tepatnya berlokasi 39 km Barat Laut Parigi Moutong pada kedalaman hiposenter 10 km.

Kepala Stasiun Geofisika Manado, Abraham F. Mustamu mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Lokal di wilayah tersebut.

"Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan di Palasa dengan intensitas III-IV MMI (getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar oleh beberapa orang)," Kata Abraham, Minggu (29/11/2020).

 Baca juga: Parigi Moutong Diguncang 3 Kali Gempa Beruntun, Ini Penjelasan BMKG

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," ujar Abraham.

Sebelumnya, pada Minggu dinihari tadi, wilayah Parigi Moutung diguncang tiga kali gempa bumi. Gempa pertama terjadi pukul 01.26 Wita, di wilayah Palasa, Parigi Moutong dengan Magnitudo 4,7. Gempa terjadi pada koordinat episenter pada 0.58 LU dan 120.46 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 38 km Barat Daya Parigi Moutong. Kedalaman hiposenter 10 km.

Setelah gempa tersebut, terjadi dua kali gempa susulan, yakni pukul 01.32 WITA dengan Magnitudo 4.2 dan pukul 01.37 WITA dengan Magnitudo 4.3.

Namun menurut Abraham, gempa bumi yang terjadi pada minggu dinihari bukan merupakan gempa bumi susulan. Dari hasil analisa yang didapat, dua gempa tersebut memang masih berdekatan dengan gempa yang barusan terjadi.

"Jika patokannya gempa yang dinihari maka hasil analisa dua gempa barusan termasuk gempa susulan, tapi jika patokannya gempa yang sekarang, maka hasil analisa menunjukkan baru satu kali gempa susulan, begitu kira-kira," pungkas Abraham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini