110 Orang Dibantai dalam Serangan Militan di Nigeria, Beberapa Dipenggal

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 November 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318544 110-orang-dibantai-dalam-serangan-militan-di-nigeria-beberapa-dipenggal-dy1TEhMqCk.jpg Pemakaman para petani yang tewas dalam pembantaian oleh kelompok militan di Borno, Nigeria, 29 November 2020. (Foto: Reuters)

ABUJA – Serangan diduga militan Boko Haram terhadap para petani di Negara Bagian Borno, timur laut Nigeria pada Sabtu (28/11/2020) menewaskan setidaknya 110 orang, menurut koordinator kemanusiaan PBB di negara itu. Beberapa korban ditemukan dalam keadaan terpenggal.

"Sedikitnya 110 warga sipil tewas dengan kejam dan banyak lainnya terluka dalam serangan ini," kata Edward Kallon, koordinator kemanusiaan PBB di Nigeria, dalam sebuah pernyataan yang dilansir RT.

Kallon menyebut pembantaian itu sebagai “serangan paling kejam terhadap warga sipil” di Nigeria pada 2020. Dia mendesak agar para pelaku tindakan keji ini untuk dibawa ke pengadilan.

BACA JUGA: Pasukan Nigeria Tangkap Sedikitnya 3.000 Tersangka Teroris Boko Haram

Pada Sabtu, sekelompok pria bersenjata dengan sepeda motor menyergap para petani saat mereka pergi ke sawah untuk mengumpulkan hasil panen. Mayat 43 petani telah ditemukan setelah pembantaian tersebut, dengan sekira 30 di antaranya dipenggal.

Pasukan keamanan telah melakukan pencarian di sekitar lokasi untuk mencari mereka yang masih hilang.

"Beberapa wanita" juga telah diculik oleh para militan, dengan Kallon menyerukan pembebasan mereka dengan aman dan cepat.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab serangan tersebut. Namun, taktik para pemberontak mirip dengan yang digunakan kelompok afiliasi Negara Islam (IS, dulu ISIS), Boko Haram. Kelompok ini bertanggung jawab atas ribuan kematian warga sipil di Nigeria selama dekade terakhir.

BACA JUGA: Boko Haram Bantai 45 Warga Nigeria

Upacara penguburan 43 korban berlangsung di desa Zabarmari pada Minggu (29/11/2020), dihadiri oleh ratusan pelayat dan Gubernur Negara bagian Borno Babagana Zulum.

Mayat dibungkus dengan kain kafan putih dan diletakkan di atas palet kayu saat para pendeta memimpin doa bagi mereka yang terbunuh.

Dalam pidatonya, Zulum meminta pemerintah federal untuk merekrut lebih banyak personel keamanan untuk melindungi petani lokal, yang mendapati diri mereka "dalam situasi yang sangat sulit."

“Di satu sisi, mereka tinggal di rumah, mereka mungkin dibunuh oleh kelaparan dan kelaparan, di sisi lain, mereka pergi ke tanah pertanian mereka dan berisiko dibunuh oleh para pemberontak,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini