Petani di Kotim Aniaya Pacar dan Anaknya di Kebun Sawit

Sigit Dzakwan, iNews · Senin 30 November 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 340 2318632 petani-di-kotim-aniaya-pacar-dan-anaknya-di-kebun-sawit-mu5N99TpsP.jpg Seorang petani menyiksa pacarnya. Foto: (Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN TIMUR - Mengaku kesal, seorang laki laki di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng tega menyekap pacar dan anaknya di kebun sawit lalu menganiaya.

Tersangka adalah seorang petani SD (38) warga Jalan Jendral Sudirman Km.35 Sampit Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Telawang Kabupaten Kotim.

Atas laporan korban, Anggota Resmob Polres Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil melakukan penangkapan pelaku Tindak Pidana Penganiayaan dan penyekapan pada Sabtu (28/11/2020) pukul 21.00 WIB.

(Baca juga: Habib Rizieq Dipanggil Polisi, PA 212 Sebut Jutaan Umat Bakal 'Putihkan' Polda Metro)

Korban adalah seorang janda, ibu rumah tangga (IRT) EJ (37) warga Jalan Desa Cempaga Mulia Barat RT/RW 020/007 Desa Lubuk Durian Kecamatan Cempaga, Kotim dan anak laki-laki SL (11).

Kasatreskrim Polres Kotim AKP Zaldy Kurniawan menyampaikan, hubungan korban dengan tersangka adalah pacar dan korban adalah janda anak satu.

"Motifnya tersangka kesal degan korban karena sehari sebelumnya korban pulang dari rumah tersangka tiba-tiba tanpa pamit dengan tersangka,” jelas Zaldy Senin 30 November 2020.

Kasat menjelaskan, awalnya pelaku SD menjemput korban di rumah korban dengan menggunakan sebuah mobil dengan alasan untuk ke rumah tantenya bernama Yuli pada Jumat 27 November 2020.

“Alasannya untuk merundingkan masalah pernikahan antara korban dan pelaku. Lalu korban ikut bersama pelaku dalam mobil dengan posisi korban duduk di depan bersama anak korban.”

(Baca juga: Satu Keluarga Dibantai MIT, Presiden Jokowi Diminta Teken Perpres TNI Tangani Terorisme)

Saat dalam perjalanan, lanjut Zaldy, pelaku mulai memukul korban yang berada di sampingnya menggunakan tangan kosong ke mulut, pipi sebelah kiri, di bawah mata dan pelipis sebelah kanan Korban. “Pelaku juga memukul mulut anak korban menggunakan siku lengan.”

Kemudian korban di bawa ke perkebunan Karet di Km 33 Sampit-Pangkalanbun. Lalu korban diborgol dan anak korban dibawa dan diseret turun ke arah samping mobil lalu tangannya diikat menggunakan karet ban dan diancam pakai pisau.

Kemudian pelaku membawa korban dan anak Korban ke rumahnya di Km 35 Sampit-Pangkalanbun. “Saat korban disuruh memasak di dapur, lalu kesempatan itu digunakan korban dan anaknya kabur dan menelpon teman korban untuk minta dijemput.”

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini