Kondisi ini yang membawa berbagai macam jenis gelombang panjang salah satu cahaya tampak (yang biasa dikenal istilah “mejikuhibiniu”).
Panjang gelombang yang masuk ke bumi dihalau dan difilter oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer hanya menyisakan gelombang cahaya tampak.
Selanjutnya gelombang tersebut pada saat kondisi cuaca cerah berinteraksi dengan partikel-partikel penyusun yang ada di atmosfer, akibatnya terjadi penghamburan cahaya.
"Semakin rendah gelombang cahaya tampak yang didominasi oleh panjang gelombang yang paling rendah yaitu warna biru, nila dan ungu, maka semakin banyak gelomabng cahaya tersebut dihamburkan. Sehingga kondisi langit yang tampak dan terlihat oleh mata kita berwarna biru," jelasnya.
Panjang gelombang yang dipancarkan sinar matahari, diantaranya x-ray, sinar ultraviolet, cahaya tampak (mejikuhibiniu), dan gelombang radio (radio waves). Sedangkan partikel penyusun atmosfer meliputi nitrogen, oksigen, karbondioksida, ozon dan partikel berupa gas bumi lainnya.
Sekadar informasi, fenomena langit biru di Jakarta membuat kagum masyarakat. Lantaran terlihat begitu cerah dan indah perpaduan warnanya. Masyarakat tak sedikit mengabadikannya lewat kamera ponsel dan menunggahnya di media sosial.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.