Aktivitas Gunung Semeru Menurun, BPBD Lumajang : Masa Tanggap Bencana 7 Hari

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 09:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 519 2319982 aktivitas-gunung-semeru-menurun-bpbd-lumajang-masa-tanggap-bencana-7-hari-EW2XvpZg9v.jpg Foto: BPBD Lumajang.

LUMAJANG - Gunung Semeru kembali mengalami aktivitas penurunan sejak memuntahkan material vulkaniknya pada Selasa (1/12/2020) dini hari kemarin. Sepanjang Selasa pagi hingga Rabu (2/12/2020) pagi ini tak tampak berarti aktivitas vulkanik besarnya.

Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi mengatakan, dari laporan yang masuk aktivitas vulkanik Gunung Semeru memang mengalami penurunan dibandingkan Selasa dini hari kemarin.

BACA JUGA: Pasca-Erupsi Gunung Semeru, Warga Kembali ke Rumah dari Pengungsian 

"Ada aktivitas vulkanik, guguran awan panas sekitar jam 00.00 WIB dini hari, tapi nggak sejauh kemarin, itu pun hanya sebentar, hanya hitungan detik," ujar Wawan saat dihubungi Okezone, Rabu pagi.

Namun Wawan, mengingatkan seluruh warga sekitar Gunung Semeru tetap waspada karena aktivitas vulkanik sewaktu - waktu bisa kembali mengalami peningkatan.

"Ya gunung berapi kan fluktuatif. Kadang naik kadang turun memberikan pos informasi yang betul harus dari pos pengamat. Status tetap waspada level 2," tuturnya.

Pihak BPBD Lumajang sendiri telah menetapkan tanggap darurat bencana selama tujuh hari. Namun tahapan itu bisa saja bertambah seiring keputusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Sesuai SOP tanggap darurat 7 hari. Sampai ada himbauan aman itu yang memberi keputusan PVMBG. Dikatakan Semeru landai oke baru kita hentikan tanggap darurat," tukasnya.

BACA JUGA: Warga Banyuwangi Dikejutkan Paparan Hujan Abu Erupsi Gunung Semeru 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa dini 1 Desember 2020 kemarin. Tercatat ada beberapa guguran awan panas yang muncul, pertama sekitar pukul 01.23 WIB dengan aktivitas terbesarnya pukul 01.45 - 04.33 WIB.

Guguran material vulkanik tersebut bahkan sampai meluncur ke Sungai Besuk Kobokan sejauh 11 kilometer mendekati permukiman warga di Desa Supiturang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini