Share

Polisi Selamatkan 40 Anjing Diduga Akan Dijadikan Sosis

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 03 Desember 2020 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 18 2321011 polisi-selamatkan-40-anjing-diduga-akan-dijadikan-sosis-Q98PPfYRUr.jpg Foto : Leshan TV

CHINA – Sungguh malang nasib anjing-anjing ini. Sebanyak 40 anjing yang diyakini sebagai hewan peliharaan curian, ditemukan di sebuah rumah peternakan di China.

Puluhan anjing ini diduga diculik untuk dijadikan sosis. Anjing-anjing ini diangkut ke desa pedesaan di barat daya China untuk “dibunuh sesuai pesanan” dan dibuat menjadi sosis daging anjing.

Nantinya para pekerja akan membagikan gambar anjing ke aplikasi media sosial (medsos) dan menerima pesanan dari pelanggan melalui platform tersebut.

Pejabat lokal tiba di rumah pertanian kemarin setelah para pecinta hewan mengepungnya selama sekitar 20 jam. Pejabat setempat menemukan 40 anjing, termasuk Labrador dan Golden Retriever, terkunci di dalam kandang.

“Orang Samaria yang Baik telah setuju untuk memindahkan anjing-anjing itu ke tempat penampungan dan dirawat olehnya,” terang Direktur Pusat Layanan Pertanian Komprehensif Kota Angu, Li Shugen, dikutip Daily Mail.

“Pemilik properti yang memelihara anjing telah mencapai kesepakatan dengan mereka. Masalah ini telah diselesaikan,” tambahnya.

(Baca juga: "Pabrik Bayi" di Nigeria Digerebek Polisi)

Pihak berwenang telah mengangkut 40 anjing itu pada pukul 19.00 malam waktu setempat kemarin. Melalui rekaman di media sosial terlihat petugas membawa anjing-anjing itu ke truk pick-up.

Stasiun TV Leshan melaporkan bisnis ilegal ini disembunyikan di sebuah rumah pertanian di Desa Huilong, Angu di kota Leshan.

Menurut Daily News, pecinta hewan menuduh rumah peternakan itu menyembelih dan memasak anjing setelah melihat foto-foto operasinya di media sosial.

Pemilik bisnis diduga berani memposting gambar anjing hidup di aplikasi perpesanan China WeChat untuk mencari pelanggan.

Masyarakat dapat memilih anjing dengan melihat-lihat album foto anjing dan meminta anjing itu dibunuh dan diubah menjadi sosis.

Rekaman yang dirilis oleh saluran TV menunjukkan nomor telepon dan frasa kalimat “anjing hidup dibunuh sesuai pesanan” dan “sosis daging anjing” yang tertulis di dinding.

Para pecinta hewan pun berbondong-bondong ke rumah peternakan itu pada Senin (30/11) sore untuk menuntut tempat itu ditutup dan hewan peliharaan dikembalikan ke pemiliknya masing-masing. Mereka mengaku telah mengumpulkan barang bukti, antara lain gambar bulu anjing dan video hewan yang dibunuh dan dimasak.

Sementara itu, seorang wanita, yang mengaku sebagai direktur bisnis, bersikeras tempat itu hanyalah kandang, bukan rumah potong hewan.

“Anjing-anjing ini dibesarkan oleh kami. Apakah itu ilegal?”, ujarnya.

Wanita itu menambahkan jika kata-kata yang ada di dinding aplikasi itu hanya lelucon yang ditulis anak-anak untuk bersenang-senang.

Pria lain yang bertanggung jawab atas bisnis tersebut, Yi, mengkritik para pecinta hewan karena diduga mencoba mengambil anjing-anjing itu tanpa membayar.

“Kandang kami memiliki 40 anjing besar atau kecil, yang total nilainya antara 14.000 yuan dan 16.000 yuan atau 1.600 poundsterling hingga 1.830 poundsterling (Rp30 juta hingga Rp35 juta). Pencinta anjing hanya ingin mengusir anjing-anjing itu tanpa mengeluarkan uang,” ungkapnya.

Kendati demikian, saat wawancara dengan kantor berita Leshan News, Yi mengakui beberapa anjing akan dibunuh untuk diambil dagingnya. Namun sisanya akan dijual hidup-hidup.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini