Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Suara Riuh Jelang Otonomi Khusus Papua Tahap Pertama Berakhir

Donatus Nador , Jurnalis-Kamis, 03 Desember 2020 |16:08 WIB
Suara Riuh Jelang Otonomi Khusus Papua Tahap Pertama Berakhir
Mahasiswa Papua demo mendukung Otsus. (Foto: istimewa
A
A
A

Aksi Benny Wenda cs menuai banyak komentar. Ketua Bamus Papua dan Papua Barat, Willem Frans Ansanay menegaskan bahwa berdasarkan pengakuan internasional Papua telah masuk NKRI pada hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

 (Baca juga: Habib Rizieq Dipanggil Polisi Senin 7 Desember, Ini Surat Panggilannya)

“Saya garis bawahi sudah clear (Papua masuk NKRI). Fakta sudah membuktikan internasional sudah clear Papua masuk NKRI,” kata Willem Frans Ansanay dalam kesempatan diskusi secara virtual bertema “Ilusi 1 Desember”.

Kapolri, melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Awi Setiyono ikut menanggapi deklarasi kemerdekaan Papua Barat tersebut oleh Benny Wenda. Menurut Polri, apa yang dilakukan oleh Benny cs itu adalah bentuk propaganda.

"Benny Wenda itu sekarang di mana? Di Inggris kan. Jadi yang menjadi pertanyaan apakah mungkin dia melakukan hal tersebut di Indonesia? Dia di luar negeri kan? Jadi yang perlu diketahui ini adalah salah satu bentuk provokasi, bentuk propaganda dan bisa lihat kan sampai hari ini di Papua situasi Kamtibmas aman kondusif," ujarn Awi, Rabu (3,12,2020).

Paradigma Baru Otsus Jawab Keraguan

Pemerintahan Jokowi serius menanggapi keluhan warga Papua terkait pelaksanaan Otsus selama 20 tahun. Keseriusan itu tercermin pada Keputusan Presiden (Keppres) No.20,2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement