Diserang soal Masker, Danny Pomanto: Jangan Belok-belokkan Masalah!

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 04 Desember 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 609 2321498 diserang-soal-masker-danny-pomanto-jangan-belok-belokkan-masalah-mC8VbCZrlB.jpg Debat Pilwalkot Makassar (Foto iNews)

JAKARTA - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi diserang soal masker di debat publik Pilwalkot Makassar 2020. Pomanto dipertanyakan soal pembagian masker yang tidak memenuhi standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pasangan Munafri Arifuddin – Abd Rahman Bando, mempertanyakan soal masker tersebut, di mana Rahman merujuk dari rekomendasi Kemenkes, jika rekomendasi Kemenkes ada 3 masker yang layak digunakan yakni N95, masker bedah, dan masker kain.

"Saya lihat di Makassar masih dibagi paslon nomor 1 seperti ini (scuba), ini sama sekali tidak direkomendasikan, ini kalau dipakai pori-pori terbuka dan masih bisa tembus," tanya Rahman terhadap Pomanto dalam debat publik, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga:  Debat Pilwalkot Makassar, Begini Strategi Paslon Tangani Pandemi Covid-19

Merespon hal tersebut, pria yang akrab disapa Danny Pomanto menegaskan, imbauan pemerintah itu mengajak agar masyarakat memakai masker. Tidak ada mari pakai masker seperti N95, masker bedah maupun masker kain, karena itu soal kualitas.

"Soal masker, imbauan pemerintah soal masker mari pakai masker, tidak ada mari pakai masker seperti itu, itu soal kualitas. Jadi paling penting sosialisisi pakai masker, kalau nanti kita tukar masker lebih baik saya kira itu tidak ada masalah. Untuk itu jangan dibelokan-belokkan ini masalah, karena yang inti kesadaran masyarakat pakai masker, bukan seperti masker nomor 2," ujarnya.

Sambil mendengar penjelasan tersebut, pasangan iMunafri Arifuddin – Abd Rahman Bando tampak tertawa sambil menunjukan sebuah kertas, yang diduga memperlihatkan imbauah Kemenkes soal penggunaan masker dalam pencegahan Covid-19.

Di sisi lain, Pomanto juga menjelaskan soal rencana vaksinasi Covid-19 yang rencananya akan dilakukan pada awal 2021. Dalam penjelasannya, Pomanto menuturkan, persoalan Covid-19, bukan hanya soal penyakit, tapi masyarakat masih awam soal ini.

"Nah, sehingga persoalan besar yang dihadapi seluruh dunia, kesadaran masyarakat agar paham tentang proses penyembuhan dan pencegahan, misalnya ada penolakan tenttang rapid tes apalgi swab, soal vaksin ini juga pemerintah akan mengalami hal sama," kata Pomanto.

Untuk itu, dirinya mendorong pentingnya pelibatan lokal influencer untuk menyosialisasikan vaksin Covid-19, karena hal tersebut penting. Sehingga masyarakat sadar betul, bahwa vaksin itu bagian dari gerakan seluruh dunia untuk memperkuat imunitas orang satu per satu.

"Saya kira penerimaan itu bagian keberhasilan pemkot untuk menyosialisaikan vaksin itu bagian dari masyarakat. Jadi, Covid-19 bukan hanya penyakitnya tapi kewajiban pemerintah untuk menyiapkan masyarakat, artinya seperti sosialiasi melalui lokal influencer seperti RT RW...," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini