Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pejabat Iran Bantah Isu Soal Kesehatan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 08 Desember 2020 |15:05 WIB
Pejabat Iran Bantah Isu Soal Kesehatan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Reuters)
A
A
A

TEHERAN - Seorang pejabat yang dekat dengan Ayatollah Ali Khamenei membantah rumor media sosial yang mengatakan bahwa kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran itu memburuk.

"Dengan rahmat Tuhan dan dengan doa yang baik dari para penyembahnya, pria (Ayatollah Khamenei) dalam keadaan sehat dan sibuk dengan penuh semangat menjalankan rencananya sesuai dengan rutinitasnya," kata pejabat tersebut, Mehdi Fazaeli, di Twitter sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

Fazaeli telah bekerja di kantor yang menerbitkan karya Khamenei. Tweetnya juga dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Fars.

BACA JUGA: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei Diisukan Segera Serahkan Kekuasaan

Pernyataan tentang kesehatan Khamenei tampaknya merupakan tanggapan atas laporan beberapa organisasi berita, yang merujuk pada cuitan seorang jurnalis dalam bahasa Arab di Twitter. Cuitan itu mengatakan Khamenei telah mengalihkan tugas kepada putranya karena kondisi kesehatannya.

Khamenei telah menjabat sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989, dengan keputusan akhir tentang semua masalah negara. Kesehatannya telah menjadi bahan spekulasi selama bertahun-tahun.

Rumor itu muncul di tengah ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) terkait dengan kesepakatan program nuklir dan pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh.

Para pejabat Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan Fakhrizadeh dan berjanji untuk membalas dendam. Sejauh ini Israel menolak berkomentar, sementara memperingatkan warganya di luar negeri akan potensi serangan pembalasan dari Iran.

BACA JUGA: Kedubes Iran: Pembunuhan Ilmuan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh Tindakan Pengecut!

Ketegangan dengan AS, sekutu utama Israel, melonjak setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari Kesepakatan Nuklir 2015, dipuji sebagai salah satu pencapaian utama kebijakan luar negeri pemerintahan Obama.

Seorang pejabat keamanan di Israel, yang mengikuti dengan cermat kejadian di Iran, yang dianggap sebagai musuh Israel, mengatakan kepada Reuters: "Kami mengetahui rumor ini, dan menganggapnya sebagai rumor saja."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement