Anak Tega Bunuh Ibu Kandung karena Tidak Disediakan Sarapan

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Rabu 09 Desember 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 608 2324476 anak-tega-bunuh-ibu-kandung-karena-tidak-disediakan-sarapan-siMTuWjPVy.jpeg Anak tega membunuh ibu kandungnya hanya karena tidak disediakan sarapan (Foto : Okezone.com/Robert)

TAPANULI UTARA - Syahrul Harahap (28), warga Dusun Muara Tolang, Desa Dolok Saut, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, tega membunuh ibu kandungnya hanya karena tidak disediakan sarapan.

Syahrul yang langsung ditetapkan sebagai tersangka itu membunuh ibunya Desima Siagian (52) pada Sabtu 5 Desember 2020, sekira ukul 10.00 WIB, di rumah mereka.

Kasat Reskrim, AKP Jonser Banjarnahor menerangkan, dari pemeriksaan saksi dan tersangka, penganiayaan atau pembunuhan tersebut berawal saat tersangka bangun tidur Pukul 09.00 WIB dan tersangka menanyakan nasi kepada ibunya.

"Korban menjawab tidak memasak nasi di rumah mereka, namun masak nasi di rumah tetangga karena ada acara. Lalu korban mengatakan kepada tersangka, kalau mau makan, makan saja ke rumah tetangga tersebut," kata AKP Jonser Banjarnahor, di Mapolres Taput di Tarutung, Rabu (9/12/2020).

mendengar perkatan itu, tersangka tidak terima hingga terjadi cekcok dalam rumah. Setelah cekcok, tersangka mengambil kayu bakar dari luar rumah, lalu memukul kepala korban di sebelah kanan sekuat tenaga satu kali. Korban masih belum terjatuh, lalu tersangka memukul kepala sebelah kiri sekuat tenaga satu kali lagi hingga korban terjatuh.

"Setelah korban terjatuh lemas dan bercucuran darah, tersangka meninggalkan korban dan tersangka memberitahukan kepada tetangga kalau dianya telah memukul ibu dan sudah terletak di rumah," kata AKP Jonser Banjarnahor.

Baca Juga : Habib Rizieq: Demi Allah Saya dan Keluarga Siap Mati Syahid!

Baca Juga : Cemburu Suami Bawa Pulang Wanita Lain, Model Tikam Suami Hingga Tewas

Tetangga korban berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia.

"Tersangka anak sulung dari dua bersaudara dan selama ini tinggal berdua dengan korban di rumahnya, sebab ayah tersangka sudah lama meninggal dunia. Tersangka saat ini ditahan di Polres Taput untuk penyidikan perkara. Kita menetapkan tersangka dengan pasal 338 sub 354 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar AKP Jonser Banjarnahor.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini