Lecehkan Siswinya, Guru Silat Paksa Korban Berfoto Tanpa Busana

Solopos.com, · Jum'at 11 Desember 2020 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 512 2326065 lecehkan-siswinya-guru-silat-paksa-korban-berfoto-tanpa-busana-YPihxQJL0k.jpg Ilustrasi pelecehan seksual (Shutterstock)

SRAGEN - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan guru silat menghebohkan warga Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah. Guru silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berinisial EK diduga mencabuli siswinya AN (15). 

Korban dengan didampingi keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Sragen. Kasus tersebut ditangani penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan penanganan kasus dugaan pencabulan oknum pelatih silat terhadap siswinya itu masih dalam tahap penyelidikan.

“Saat ini sudah tahap penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Saat ini sudah ada lima saksi yang kita mintai keterangan (termasuk terlapor),” ujar AKP Guruh Bagus Eddy Suryana, melansir Solopos, Jumat (11/12/2020).

Informasi yang dihimpun, EK melakukan aksinya terhadap AN di tempat latihan di sebuah sekolah wilayah Tanon, pada Jumat (2/10/2020), sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, korban disuruh pelatihnya melakukan ritual pendalaman ilmu. EK berusaha memperdaya AN dengan dalih ingin mentransfer ilmu kharismatik. Pada saat itulah, EK mencabuli korban. Tidak hanya itu, EK meminta AN berfoto tanpa busana.

Selanjutnya, foto itu diminta dikirimkan ke nomor Whats App (WA) dari EK yang bekerja sebagai guru wiyata bakti di sekolah di Sragen. Korban terpaksa menuruti permintaan EK karena disertai ancaman tertentu.

Menyelesaikan Persoalan

Kabar mengenai kasus pencabulan yang dilakukan oknum pelatih silat terhadap siswinya itu menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Sragen.

Seorang warga Tanon, AF, menilai perbuatan EK tidak bermoral.

Baca Juga : Modus Ingin Transfer Ilmu Kharismatik, Guru Silat Lecehkan Siswinya


“Sebagai seorang pelatih, seharusnya dia bisa mendidik dan memberi teladan yang baik kepada siswinya. Bukan malah bertindak melebihi batas kewajaran, bahkan merusak masa depan siswinya. Kami yang mendengar kisah itu tentu sangat geregetan terhadap oknum pelatih silat itu,” ujar AF, Jumat.

Ketua PSHT Sragen, Jumbadi mengaku sudah terjun ke Tanon untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Jumbadi menjelaskan laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum pelatih silat itu sudah dicabut dari kepolisian.

Baca Juga : Asrama Putri di UIN Ciputat Diteror Pria Cabul yang Curi Pakaian Dalam

“Masalah itu sudah diselesaikan secara organisasi. Ada sanksi dari organisasi. Dia sudah dikeluarkan dari organisasi. Segala atribut di tempat dia diambil semua. Dia tidak boleh mengadakan kegiatan latihan atau kegiatan yang mengatasnamakan organisasi. Dia otomatis diberhentikan atau dinonaktifkan dari organisasi karena perilakunya sudah melanggar ajaran dan aturan organisasi. Kartu anggotanya sudah disita,” tutur Jumbadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini