Tanah Bergerak dan Longsor di Pekalongan, 95 Rumah Rusak

Suryono Sukarno, iNews · Rabu 16 Desember 2020 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 525 2328640 tanah-bergerak-dan-longsor-di-pekalongan-95-rumah-rusak-8OpFnT9N5s.jpg Tanah bergerak di Pekalongan, Jawa Barat (Foto: Suryono Sukarno)

PEKALONGAN - Longsor dan tanah gerak, terjadi di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sebanyak 95 rumah di Dusun Bodas 1 dan Nifas 2 rusak. 

Banyak dinding rumah warga retak nyaris ambruk, lantai rumah ambles, jalan desa dan jalan desa rusak. Sedikitnya ada 409 warga, terdampak akibat bencana tersebut.

Baca Juga:  Rumah Ambruk Diterjang Longsor, Pasutri yang Tertimbun Selamat

Kepala Desa Bodas, Wasgito mengatakan, peristiwa terjadi setelah turun hujan dengan intensitas tinggi di daerah pegunungan ini.

"Peristiwa tersebut terjadi Senin atau tiga hari lalu dan sampai kini tanah terus bergerak. Rekahan juga memanjang dan semakin lebar. Kejadian ini dikarenakan, intensitas," tutur Wasgito, Rabu (16/12/2020).

Dijelaskan, dari 95 rumah tersebut terdapat ada beberapa rumah yang kondisinya sangat parah. "Kebanyakan rumah warga semi permanen dan akibat bencana tersebut bangunan rumah menjadi miring," jelasnya. 

Selain rumah yang rusak, area persawahan milik warga 5 hektare longsor dengan kedalaman 10 meter dan lebar 250 meter. "Total ada 30 hektar yang terdampak dari tanah longsor dan tanah bergerak. 30 hektare tersebut baik area persawahan dan pemukiman warga," imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini warga kerja bakti bersama untuk membetulkan rumah-rumah yang miring karena tanahnya amblas.

"Upaya pemerintah desa dalam bencana ini yaitu memperbaiki rumah warga dengan material seadanya. Kami juga mengimbau kepada masyarakat Desa Bodas untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika hujan turun dengan lebat lebih dari 2 jam, apabila membahayakan segera mencari tempat yang lebih aman," tambahnya.

Baca Juga:  13 Titik di Kabupaten Bogor Dilanda Angin Kencang & Tanah Longsor

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan bencana longsor kali ini. "Saya takut tinggal di rumah karena sudah miring dan. Jika terjadi hujan deras, bisa berbahaya. Kami terpaksa sementara kalau malam jaga bergiliran, menjaga jika ada kejadian," jelas Harjo, salah satu warga.

Babinsa Bodas, Serda Slamet menyebutkan pihaknya bersama Polri juga warga sering patroli untuk memantau situasi. "Kami dan warga terus bergantian jaga untuk mengawasi keadaan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini