"Kami tidak memiliki kemewahan untuk dapat memikirkan hal ini dan berpikir, 'oh baiklah, mungkin kami dapat melakukan ini dalam waktu beberapa hari. Kami harus segera bertindak dan bertindak karena keganasan virus tersebut. "
Pada saat itu, penduduk mengatakan kepada BBC bahwa mereka diintimidasi oleh banyaknya polisi dan marah dengan pembatasan yang tiba-tiba dan ketat.
Glass mengakui bahwa penguncian itu efektif dalam menahan penyebaran virustetapi itu "tidak sejalan dengan hak asasi warga, termasuk hak mereka untuk diperlakukan secara manusiawi ketika kebabasannya dirampas".
“Menurut saya, berdasarkan bukti yang dihimpun penyidikan, tindakan itu ternyata melanggar hukum,” ujarnya.
Hanya beberapa hari setelah penguncian menara, seluruh Kota Melbourne diperintahkan untuk dikunci untuk memerangi wabah yang memicu lebih dari 100 kasus per hari.
Penguncian seluruh kota dimulai pada 9 Juli dan berlangsung selama 112 hari. Untuk sebagian besar waktu ini, penduduk menghadapi jam malam dan perintah tinggal di rumah, tetapi tidak seperti penduduk menara, ada alasan yang diizinkan untuk meninggalkan rumah.
Ketika virus menyebar ke luar kota, pembatasan tinggal di rumah juga diberlakukan di seluruh negara bagian.
Langkah-langkah ketat akhirnya berhasil menurunkan angka kasus dari lebih 700 kasus baru per hari menjadi nol. Victoria telah mencatat 48 hari berturut-turut tidak ada infeksi yang didapat secara lokal.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.