Prostitusi Online di Bandung, Polisi Bidik Apartemen Lain yang Jadi Lokasi Kencan

Agus Warsudi, Koran SI · Kamis 17 Desember 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 525 2329442 prostitusi-online-di-bandung-polisi-bidik-apartemen-lain-yang-jadi-lokasi-kencan-Cq3qfPCypJ.jpg Kasat Reskrim Polresta Bandung Kombes Adanan Mangopang (Foto: Agus Warsudi)

BANDUNG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung tengah menyelidiki beberapa apartemen di Kota Bandung, Jawa Barat yang biasa dijadikan lokasi kencan pelaku prostitusi online. Penyelidikkan dilakukan sebagai pengambangan kasus prostitusi online di sebuah apartemen kawasan Cihampelas, Kota Bandung.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Kompol Adanan Mangopang mengatakan, penyidik telah mengantongi beberapa tempat, berupa apartemen, yang biasa dijadikan sebagai tempat transaksi dan kencan. Apartemen-apartemen itu berada di Kota Bandung.

Kompol Adanan Mangopang mengatakan, pengakuan tersangka Muhammad Taufik Ismail (20) dan Deri Indriana (26) bukan hanya di apartemen di kawasan Cihampelas, tetapi banyak tempat lain. Karena itu penyidik mengembangkan kasus ini dan untuk mencari muncikari lain. Sebab, mereka diduga memiliki komunitas dan pelanggan.

"(Tersangka) yang kami tahan ini mengaku ada beberapa apartemen yang biasa dia jadikan tempat bertransaksi melakukan kegiatan itu (prostitusi). Kami sudah dapat (apartemennya). Nunggu waktu penyelidikan," kata Kasat Reskrim di Mapolrestabes Bandung, Kamis (18/12/2020).

Baca Juga: Polisi Gerebek Prostitusi Online di Apartemen, Pasangan Mesum Tepergok Hendak Bercinta

Sementara itu, perkembangan penyidikan kasus prostitusi online di apartemen kawasan Cihampelas, Kota Bandung, Kompol Adanan Mengaopang, mengemukakan, penyidik telah memeriksa pemilik unit kamar apartemen.

"Penyidik juga memeriksa sekuriti (satpam apartemen). Berikutnya manajemen apartemen akan dimintai keterangan terkait apakah yang bersangkutan mengetahui kegiatan (prostitusi) yang selama enam bulan ini terjadi sebelum-sebelumnya atau tidak. Pemeriksaan terhadap manajemen apartemen segera kami lakukan untuk melengkapi administrasi penyidikan," ujar Kompol Adanan Mangopang.

Kasat Reskrim menuturkan, Polrestabes Bandung akan berkoordinasi dengan Pemkot Bandung terkait sanksi atau tindakan yang bisa dilakukan agar apartemen tak dijadikan tempat prostitusi. "Tindakan (sanksi) yang paling berat pencabutan izin. Kami koordinasi dengan pemda apakah yang bersangkutan (manajemen apartemen) melanggar perda atau tidak. Sanksi itu akan memberikan efek jera kepada manajemen apartemenn maupun penginapan," tutur Kasat Reskrim.

Seperti diberitakan sebelumnya, M Taufik Ismail (20) dan Deri Indriana (26), dua pemuda Kota Bandung, diringkus petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung. Keduanya diduga menjadi mucikari prostitusi online di sebuah apartemen di kawasan Cihampelan, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan tarif Rp300.000-Rp400.000. Praktik ilegal tersebut telah dilakoni oleh tersangka selama enam bulan terakhir.

Baca Juga: Polisi Ungkap Prostitusi Online di Pontianak, 10 Anak di Bawah Umur Diamankan

Kasus prostitusi online ini terungkap berkat laporan masyarakat kepada anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung pada Sabtu 12 Desember 2020 malam. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh personel Satreskrim Polrestabes Bandung.

Petugas menuju apartemen di kawasan Cihampelas, Kota Bandung. Kemudian petugas menggerebek tower D dan B apartemen yang dijadikan tempat untuk melayani para pria hidung belang itu. Saat digerebek, di dalam kamar ada orang yang sedang berbincang-bincang dan akan melakukan persetubuhan. Namun perbuatan itu belum sempat dilakukan.

"Tapi orang itu sudah membayar sehingga dilakukan penangkapan kepada para pelaku, baik mucikari maupun wanita (diduga pekerja seks komersial/PSK)yang ada di situ," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya didampingi Kasat Reskrim Kompol Adanan Mangopang di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin 14 Desember 2020. 

Selain menangkap pelaku, polisi menyita uang tunai Rp700 ribu, dua kartu akses dan kunci apartemen, kondom siap pakai, dan dua unit telepon seluler (ponsel) milik pelaku M Taufik Ismail (20) dan Deri Indriana (26). Kemudian, ujar Kombes Pol Ulung, berdasarkan hasil penyidikan, dua orang dijadikan tersangka dalam kasus prostitusi online ini, yaitu, M Taufik Ismail (20) dan Deri Indriana (26).

Muhamad Taufik Ismail merupakan warga Jalan Jatayu, Gang Hanura RT 05/05, Kecamatan Andir, Kota Bandung, dan Deri Indriana warga Kampung Cimuncang RT 01/08, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

"Dua pria ini jadi mucikari kasus prostitusi online dengan modus menawarkan perempuan melalui aplikasi MiChat. Mereka digrebeg di salah satu apartemen di Jalan Cihampelas Kota Bandung, pada Sabtu (12/12/2020) bersama empat perempuan yang jadi korban," ujar Kombes Pol Ulung.

Kapolrestabes Bandung menuturkan, keempat perempuan yang "dijual" tersangka antara lain, berinisial Ds (18) warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB); Na (22) warga Kecamatan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis; Nrr (25) dan Ram (18) warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

"Pelaku M Taufik dan Deri, menawarkan korban dan menyediakan tempat untuk open BO (boking out) melalui media sosial MiChat. Pelaku mengambil keuntungan dari korban atas pembayaran yang diterima dari tamu yang berkunjung ke apartemen itu," tutur Kapolrestabes Bandung.

Dari pengungkapan kasus ini, kata Kombes Pol Ulung, di tower B kamar 0325 tamu membayar tarif layanan seks Rp300 ribu. Sedangkan di tower D kamar 2112, tamu memberikan uang jasa Rp400 ribu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini