LONDON - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan karantina wilayah yang berlaku nasional dan akan berlangsung sampai paling tidak pertengahan Februari. Langkah ini diambil di tengah tingginya kasus harian Covid-19, karena kemunculan virus corona varian baru di Inggris.
"Kita perlu mengambil langkah untuk menekan varian baru... karena itu saya meminta Anda semua untuk tidak keluar rumah," kata PM Johnson sebagaimana dilansir BBC.
PM Johnson mengatakan warga diperbolehkan keluar hanya untuk kepentingan yang sangat mendesak, seperti membeli kebutuhan pokok, berobat, atau untuk menyelamatkan diri dari insiden kekerasan dalam rumah tangga.
Virus corona varian baru, yang pertama kali ditemukan di Kent, Inggris tenggara, dan telah menyebar ke sejumlah negara, lebih cepat menular dibandingkan galur-galur (strain) terdahulu.
Di dalam negeri, juru bicara pemerintah mengatakan varian baru virus corona menyebabkan "kenaikan tajam jumlah kasus di seluruh Inggris".
Karantina nasional ini adalah yang ketiga, setelah sebelumnya diterapkan pada November selama satu bulan dan pada Maret sampai Juli tahun lalu.
"Bagi perdana menteri, jelas bahwa perlu diambil langkah sekarang untuk menghentikan kenaikan (kasus), melindungi NHS (layanan kesehatan nasional), dan menyelamatkan nyawa," kata juru bicara pemerintah.
BACA JUGA: Perayaan Natal Tradisional Ratu Inggris Terhalang Pembatasan Covid-19
Pemimpin Partai Buruh yang beroposisi, Sir Keir Starmer, menyerukan penerapan lockdown nasional pada Minggu (3/1/2021).
Beban kerja yang dihadapi rumah sakit dan tenaga kesehatan dikatakan "sangat tinggi".
Pada akhir pekan, para dokter senior memperingatkan, rumah-rumah sakit di seluruh Inggris "harus bersiap menghadapi lonjakan kasus". Jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit saat ini telah melebihi jumlah pasien pada periode musim semi 2020.