BPPTKG: Merapi Mulai Memasuki Fase Erupsi

Suharjono, Koran SI · Selasa 05 Januari 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 510 2339259 bpptkg-merapi-mulai-memasuki-fase-erupsi-2b1yRHCvcN.jpg Foto: BNPB

YOGYAKARTA - Munculnya lava Pidjar dari puncak Merapi pada Senin (4/1/2021) malam menjadi titik awal kenaikan aktivitas Merapi yang signifikan.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut saat ini Merapi mulai memasuki fase erupsi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, secara teknis saat ini bisa dikatakan bahwa Merapi masuk fase erupsi 2021. Namun demikian, hal ini masih awal indikasi proses ekstrusi magma yang akan terjadi seiring dengan data seismik dan deformasi yang masih tinggi.

"Jadi memang Merapi memasuki masa erupsi, namun masih awal kita masih terus pantau aktivitas Merapi," terangnya saat zoom meeting aktivitas Merapi terkini, Selasa (5/1/2021).

Dijelaskannya berdasarkan foto citra satelit juga diketahui terjadi gundukan baru yang diduga merupakan material lava baru. Namun demikian sebagian sudah longsor bersamaan material lama.

Dengan kejadian ini pihaknya memastikan magma sudah berada dioermukaan. "Artinya tidak ada jarak lagi antara magma dengan puncak," katanya.

Kendati demikian, dalam erupsi kali ini terjadi perbedaan. Hal ini terlihat dari proses deformasi yang terus terjadi. "Kalau erupsi sebelumnya saat menuju erupsi proses deformasi berhenti, gempa vulkanik dangkal juga menurun, namun ini masih tinggi, " ulasnya.

Hanik juga menyinggung arah erupsi yang cenderung ke barat daya. Hal ini memang berdasarkan analisa guguran yang terjadi selama ini, yaitu ke barat daya. "Hanya saja bukaan kawah itu ke selatan, menuju Kali Gendol. Jadi kemungkinan itu tetap ada, yaitu menuju kali gendol," katanya.

Ketika disinggung lava pijar yang keluar sejak tadi malam, Hanik mengakui belum bisa menjelaskan secara pasti berapa kali lava pijar keluar. Ini lantaran puncak tertutup kabut." Namun yang jelas ada 40 guguran tercatat sejak lava pijar pada pada pukul 19.50 WIB, " tandas dia.

Dalam kesempatan tersebut dia juga mengakui pijaran atau yang terjadi pada 31 Desember 2020 lalu pada pukul 21.00 WIB merupakan titik awal api diam yang terjadi saat ini.

"Dan memang magma sudah di puncak. Namun demikian kami belum bisa menghitung berapa material magma yang akan keluar. Saat ini kami masih terus melakukan analisa. Nanti akan kami sampaikan," beber Hanik.

Dengan keadaan ini pihaknya meminta beberapa kabupaten, baik Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang untuk menyiapkan mitigasi bencana. Selain itu penambangan pasir di wilayah kawasan rawan bencana III untuk dihentikan.

"Status Merapi masih siaga atau level III," pungkasnya. suharjono

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini