Jepang Berlakukan Lagi Keadaan Darurat Covid-19, Dubes RI Imbau WNI Patuhi Aturan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 07 Januari 2021 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 18 2340702 jepang-berlakukan-lagi-keadaan-darurat-covid-19-dubes-ri-imbau-wni-patuhi-aturan-X1rvL39BwT.jpg Dubes RI untuk Jepang dan Negara Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi (Foto: KBRI Tokyo)

TOKYO – Warga Indonesia (WNI) di Jepang diimbau untuk mematuhi aturan Pemerintah Jepang dalam hal protokol kesehatan maupun kebijakan terkait lainnya. Pesan itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi sehubungan dengan pemberlakuan keadaan darurat di sebagian wilayah Jepang pada Kamis (7/1/2021) karena melonjaknya kasus Covid-19.

Dalam pesan video yang diunggah di media sosial KBRI Tokyo, Dubes Heri juga mengingatkan WNI untuk terus mengenakan masker,rajin mencuci tangan, menjaga ventilasi ruangan dan menghindari kondisi 3Cs, yaitu closed spaces, crowded places, close conversation.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Jepang Umumkan Keadaan Darurat di Area Tokyo

“Jika teman-teman dalam kondisi darurat segera hubungi hotline darurat KBRI Tokyo,” pesan Dubes Heri Akhmadi.

Jika terpaksa melakukan kegiatan bersama di dalam ruangan atau makan di restoran, WNI diminta untuk memperhatikan ”Five Keeps” atau “Lima Jaga”, yaitu: (1) Jaga jumlah orang yang makan bersama; (2) Jaga lamanya waktu makan agar kurang dari 1 jam; (3) Jaga suara dan tidak berisik; (4) Jaga pemisahan makanan dan minuman; (5) Jaga ventilasi dan kebersihan ruangan.

Keadaan darurat yang kembali diberlakukan Pemerintah Jepang ini akan berlaku selama satu bulan hingga 7 Februari 2021 di Prefektur Tokyo dan Saitama, Kanagawa dan Chiba.

Berdasarkan data KBRI Tokyo, jumlah WNI di kawasan pemberlakuan keadaan darurat sebagai berikut: Tokyo (5.450 orang); Chiba (2.697 orang); Saitama (3.433 orang); dan Kanagawa (4.044 orang), adapun total WNI di Tokyo hingga akhir 2020 sejumlah 66.084 jiwa.

BACA JUGA: PM Jepang Perpanjang Keadaan Darurat COVID-19 Hingga Akhir Mei

Secara umum di Jepang terdapat lonjakan kasus baru yang menunjukkan terjadinya pandemi gelombang ketiga. Pada Kamis, Negeri Matahari Terbit mencatat 7.490 kasus, pertama kalinya kasus Covid-19 di negara itu menembus 7.000.

Secara keseluruhan, Jepang telah melihat 267.000 kasus dan hampir 3.000 kematian.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini