"Jadi ada dua orang kakak beradik, Suyanto dan Riyanto, yang masuk manifes penumpang Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, hilang kontak di Kepulauan Seribu itu," katanya.
Suparni (70), salah satu bude, Suyanto dan Riyanto menjelaskan, sejak ada kabar Suyanto masuk daftar penumpang pesawat yang hilang kontak tersebut, Erna, kelihatan syok, dan sedih, soal nasib suaminya dan adik iparnya.
Menurut Suparni, Erna memang sangat syok dan sejak ada informasi peristiwa tersebut, dia selalu di dalam kamar bersama putrinya semata wayang. Orangtua Suyanto dan Riyanto, sudah berada di Pos Ante mortem DVI Polri Kramat Jati Jakarta, Senin ini, keduanya diambil sampel untuk tes DNA. Hal ini, dibenarkan oleh pihak keluarga Suyanto di Sragen.
Menurut Suparni, kedua orangtua Suyanto dan Riyanto ke Jakarta, sejak Sabtu 9 Januari malam hingga sekarang. Keduanya ke Jakarta setelah mendapat informasi dari pihak kepolisian soal adanya kejadian kedua anaknya masuk manifes penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu.
Baca Juga: Ikut Penerbangan Sriwijaya Air SJ-182, Dosen Polnep Dikenal Sosok yang Mengayomi