Kenakan Pakaian Hazmat dan Masker di Pengadilan, Terdakwa Ini Dituntut Hukuman Mati

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 12 Januari 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 18 2342975 kenakan-pakaian-hazmat-dan-masker-di-pengadilan-terdakwa-ini-dituntut-hukuman-mati-KJa67Q90xe.jpg Foto: Intermediate People's Court of Yichun

CHINA - Pembunuh berantai asal China yang terkenal kejam dijatuhi hukuman mati karena membunuh tiga orang dalam waktu enam hari di China selatan.

Zeng Chunliang, 45, mengenakan alat pelindung diri (APD) pakaian hazmat dan masker ketika hadir di persidangan di Provinsi Jiangxi.

Zeng dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Menengah Rakyat Yichun di Provinsi Jiangxi pada Senin (11/1).

Pengadilan Menengah Rakyat Yichun menganggap Zeng bersalah atas pembunuhan yang disengaja.

Pengadilan memutuskan vonis hukuman mati secara keseluruhan selain denda finansial sebesar 2.280 poundsterling (Rp44 juta).

Pengadilan mengatakan terdakwa menyetujui putusan tersebut dan memutuskan untuk tidak mengajukan banding.

Dikutip Daily Mail, dia dilaporkan ditangkap Agustus tahun lalu ketika mencoba melarikan diri dari kejaran polisi yang melibatkan ribuan petugas.

(Baca juga: Kasus Covid-19 Pertama Akhirnya Ditemukan di Gorila)

Dia membunuh pasangan lanjut usia (lansia) dan seorang pejabat desa saat perampokan.

Menurut pernyataan pengadilan, Zeng, yang telah dipenjara karena pencurian, dibebaskan dari penjara pada 1 Mei tahun lalu dan kembali ke kampung halamannya di county Le’an.

Dia pun berpikir untuk mencuri lagi setelah yakin dia telah kehilangan mata pencahariannya karena dipenjara.

(Baca juga: AS Kembali Masukkan Kuba dalam Daftar Negara Sponsor Terorisme)

Pada malam tanggal 21 Juli, Zeng membawa peralatan dan membobol rumah keluarga di desa Houfang untuk mencuri. Dia tertidur di tanah setelah gagal menemukan uang.

Keesokan paginya, salah satu anggota keluarga Xiong membangunkannya. Namun Zeng terbangun dan langsung menendang Xiong hingga jatuh ke lantai, menutup mulutnya dan mengancamnya dengan obeng.

Putra Xiong tiba di kamar setelah mendengar keributan itu. Zeng pun berulang kali menusuk Xiong dan putranya dengan obeng sebelum melarikan diri.

Putra Xiong langsung menelepon polisi setelah itu. Pengadilan mengklaim Zeng berpikir untuk membunuh Xiong dan keluarganya pada awal Agustus setelah mendengar polisi mengejarnya.

Zeng menyelinap ke rumah Ms Xiong pada malam 7 Agustus. Dia menemukan palu di gudang lalu menunggu di dapur.

Ketika Xiong memasuki dapur keesokan paginya, Zeng menghancurkan kepalanya dengan palu dan menusuknya dengan pisau beberapa kali.

Setelah itu, penjahat tersebut bergegas ke lantai pertama dan menyerang suami Xiong, Kang, yang sedang tidur. Dia memukul Kang dan korban lainnya, Wu, di kepala dengan palu.

Baik Xiong dan Kang meninggal sementara Wu selamat dengan luka serius.

Zeng langsung melarikan diri dari TKP setelah membawa empat jam tangan, lima gelang perak, kalung perak dan uang tunai.

Kurang dari seminggu kemudian, Zeng membunuh seorang pejabat Desa Houfang, Gui. Dia menikam Gui sampai mati di kantor desa sekitar jam 08.00 pagi pada tanggal 13 Agustus sebelum ditangkap di desa terdekat setelah dikejar polisi selama tiga hari.

Sebelumnya dia sempat dijatuhi dihukum karena perampokan dan pencurian.

Hukuman pertama selama 10 tahun penjara dan denda 1.140 poundsterling (Rp22 juta). Lalu yang kedua, hukuman penjara dua tahun dan denda sebesar 1.140 poundsterling (Rp22 juta).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini