POLEWALI MANDAR - Seorang saksi mata mengatakan setidaknya ada enam orang yang terjebak di reruntuhan bangunan rumah sakit (RS) Mitra Manakarra yang ambruk pasca gempa Majene M6,2, Jumat (15/1/2021) dini hari tadi.
"Sebelumnya kepanikan terjadi saat gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Majene, Sejumlah perawat berhamburan keluar RS Mitra Manakarra namun dalam hitungan menit rumah sakit tersebut telah roboh. Infonya ada enam orang tertimbun, dua orang perawat, pasien dan keluarga pasein," ujar Yusuf warga Majene.
Hingga saat ini, diperkirakan banyak bangunan dan rumah warga yang hancur pasca gempa M6,2 yang berpusat di Majene dengan kedalaman 10 km tersebut.
Sejumlah warga berusaha menyelamatkan korban yang terjebak di salah satu bangunan rumah yang ambruk. Membutuhkan waktu lebih dari 5 menit warga membongkar reruntuhan bangunan rumah tersebut.
Seorang anak kecil nampak berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Namun, belum diketahui apakah masih ada korban lainnya yang tertimbun.
Begitu juga dnegan banguan rumah walet yang juga ambruk dan menimbun satu keluarga di dalamnya. Pasca gempa, aliran listrik di wilayah Majene dan Mamuju terputus. Ribuan warga juga telah mengungsi ke tempat aman.
Baca Juga : Gempa Majene M6,2 Robohkan RS Mitra Manakarra, Sejumlah Perawat & Pasien Tertimbun
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV - V MMI di Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.
"Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti," kata dia.
(Angkasa Yudhistira)