Dampak Gempa Sulbar, Antrean Kendaraan mengular di SPBU

iNews TV, MNC Media · Sabtu 16 Januari 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 340 2345548 dampak-gempa-sulbar-antrean-kendaraan-mengular-di-spbu-zgaKPTaScQ.jpg Foto: iNews

MAMUJU – Ribuan pengungsi di Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mengalami kesulitan makanan dan BBM lantaran daerah mereka terisolir pascagempa berkekuatan magnitudo 6,2, Jumat (15/01).

Bahkan, warga korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju harus antre dengan cukup lama di SPBU, untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

(Baca juga: Saat Habib Ali Assegaf Bercucuran Air Mata Mengenang Perjuangan Habib Rizieq)

"Saya dari tadi antre di sini, sudah sekitar satu jam sampai saat ini belum terlayani juga," kata Muhammad Amin Sanusi, warga Jalan Malik Pattana Endeng, Mamuju, Sabtu (16/1/2021).

(Baca juga: BNPB Kirim Bantuan Sebesar Rp4 Miliar untuk Gempa Sulbar)

Muhammad Amin Sanusi dan keluarganya saat ini mengungsi ke kantor Bupati Mamuju, di jalan Soekarno Hatta karena rumahnya rusak berat akibat gempa berkekuatan 6,2 SR.

Untuk memenuhi kebutuhan BBM, Amin terpaksa harus mengantre di SPBU yang terletak di jalan malik Pattana Endeng, Keluraham Simboro, yang melayani penjualan dengan jumlah terbatas.

Amin mengatakan, warga korban gempa ini sangat membutuhkan BBM, khususnya premium dan pertalite untuk keperluan mencari kebutuhan terutama bahan makanan yang saat ini telah langka.

"Bahan bakar sekarang sudah menjadi bahan pokok. Tidak ada BBM kita tidak bisa jalan cari yang lain untuk kebutuhan di pengungsian," katanya.

Selain untuk mencari kebutuhan pokok selama di pengungsian, kendaraan juga digunakan mengangkut sebagian barang-barang penting yang masih bisa diselamatkan dari rumah ke tempat yang lebih aman.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini