Gunung Semeru Meletus, BPBD Imbau Warga Tidak Beraktivitas di Radius 1 Km

INews.id, · Minggu 17 Januari 2021 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 519 2345744 gunung-semeru-meletus-bpbd-imbau-warga-tidak-beraktivitas-di-radius-1-km-JK0PfJQa8K.jpeg Gunung Semeru saat erupsi (foto: Dok Antara)

LUMAJANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim), mengimbau warga tidak beraktivitas di radius 1 km dari kawah Gunung Semeru, dan 4 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara. Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi jatuhnya korban akibat letusan Gunung Semeru.

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang meletus lagi, Sabtu 16 Januari 2021, sekitar pukul 17.24 WIB. Erupsi kali ini ditandai dengan semburan abu setinggi 4,5 Km ke arah Timur Laut, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.

"Kami juga meminta warga tidak panik, namun tetap waspada terhadap awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Warga juga harus waspada jika terjadi gejala erupsi susulan," kata Plt Kalaksa Badan BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi, Sabtu (16/1/2021) malam.

Baca juga:  Sejumlah Desa di Probolinggo Terpapar Abu Vulkanik Gunung Semeru 

Yanuar juga meminta warga agar menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas. Sebab, saat ini suhunya masih tinggi. Perlu diwaspadai juga potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

"Ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru juga perlu diwaspadai. Ini mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk," katanya

Baca juga:  Usai Meletus, Kondisi Gunung Semeru Sudah Normal Kembali 

Kepala Biro Umum Setdaprov Jatim ini menjelaskan, semburan awan panas Gunung Semeru yang terjadi kali ini disebabkan karena letusan sekunder yang hampir sama dengan letusan sebelumnya.

Terpisah, terkait awal terjadinya erupsi Gunung Semeru juga disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. Dia mengatakan, perkiraan awal lokasi erupsi terjadi di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

"Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," kata Thoriq.

Sementara, berdasar rilis yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Semeru saat ini masih berada pada level II atau 'Waspada'. Namun demikian instansi di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM ini sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini