Jelang Pelantikan Joe Biden, Bagaimana Proses Peralihan Kekuasaan di Gedung Putih?

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 19 Januari 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 18 2346705 jelang-pelantikan-joe-biden-bagaimana-proses-peralihan-kekuasaan-di-gedung-putih-vjEEPj9ftZ.jpg Donald Trump dan Joe Biden (Getty Images)

Namun, serah terima masih berlangsung, sama seperti di masa lalu. "Sistemnya bertahan," kata Sean Wilentz, profesor sejarah Amerika di Universitas Princeton. "Banyak sekali tantangan dan tidak berjalan mulus, tapi bagaimanapun transisi akan terjadi."

Saat proses yang lancar pun, masalah transisi logistik menjadi tantangan - hal yang melibatkan transfer pengetahuan dan karyawan dalam skala besar.

Stephen Miller hanyalah salah satu dari 4.000 orang yang ditunjuk secara politis yang dipekerjakan oleh pemerintahan Trump yang akan kehilangan pekerjaannya dan digantikan oleh orang-orang yang dipekerjakan oleh Biden.

Selama masa transisi, rata-rata antara 150.000-300.000 orang melamar untuk berbagai posisi, menurut Center for Presidential Transition, sebuah organisasi nonpartisan yang berbasis di Washington. Sekitar 1.100 posisi juga membutuhkan konfirmasi Senat. Mengisi semua posisi ini membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Dokumen-dokumen kebijakan selama empat tahun, buku pengarahan, dan artefak yang berkaitan dengan pekerjaan presiden akan dibawa ke Arsip Nasional di mana akan dirahasiakan selama 12 tahun, kecuali jika presiden sendiri yang memutuskan bahwa beberapa bagian-bagiannya boleh dikeluarkan lebih awal.

Hari perpindahan

Pada suatu malam selama pekan terakhir Trump di kantor, pintu kantor Kayleigh McEnany, sekretaris pers presiden, tampak sedikit terbuka.

McEnany telah menjadi salah satu pembela presiden yang paling terkenal. Dengan penampilannya yang rapi, dia adalah seorang pembicara yang dapat menyampaikan pesannya dengan jelas dan tenang, meski berada di tengah kekacauan.

Ruang kerjanya tertata rapi, bahkan di saat dia bersiap untuk meninggalkannya. Sebuah cermin berdiri di atas mejanya, dan beberapa batang kayu perapian dibungkus dengan plastik dan dikemas secara teratur.

Umumnya, beberapa hari terakhir adalah "kekacauan yang terkendali," kata Kate Andersen Brower, yang telah menulis buku tentang Gedung Putih, The Residence.

Baca Juga : Dua Hari Sebelum Lengser, Trump Pilih Tidak Ampuni Dirinya Sendiri

 

Perabotan di Gedung Putih, seperti meja kerja Resolute Desk di Ruang Oval, sebagian besar karya seni, porselen, dan benda lainnya, adalah milik pemerintah dan akan tetap berada di dalam gedung.

Tetapi barang-barang lain, seperti foto presiden yang digantung di lorong, akan disimpan saat Gedung Putih diubah untuk penghuni barunya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini