Arab Saudi Bertekad Hentikan Eksekusi Mati Kejahatan Anak di Bawah Umur

Agregasi VOA, · Selasa 19 Januari 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 18 2347010 arab-saudi-bertekad-hentikan-eksekusi-mati-kejahatan-anak-di-bawah-umur-2SUu7BM1ya.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

RIYADH - Sembilan bulan setelah Arab Saudi berjanji akan menghentikan hukuman mati terhadap anak-anak, kerajaan itu belum mencabut lima hukuman mati, demikian temuan penyelidikan kantor berita Reuters.

Pada April, Komisi Hak Asasi Manusia (HRC) Arab Saudi merujuk pada keputusan Raja Salman bin Abdulaziz pada Maret. Rujukan tersebut mengindikasikan mereka yang dihukum karena kejahatan yang dilakukan ketika masih di bawah umur akan menjalani hukuman penjara hingga 10 tahun, bukannya menghadapi hukuman mati.

BACA JUGA: Arab Saudi Akhiri Eksekusi Mati untuk Kejahatan yang Dilakukan Anak di Bawah Umur

Keputusan itu tidak menetapkan batas waktu berlaku. Meskipun tidak pernah diumumkan di media pemerintah atau diumumkan di surat kabar resmi, HRC Arab Saudi pada Oktober mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut telah diberlakukan sejak ditandatangani.

Organisasi hak asasi manusia setempat kembali menyampaikan keprihatinan mengenai keputusan tersebut, karena rekapitulasi Desember oleh kantor berita resmi negara itu, SPA, tentang keputusan paling penting tahun 2020 itu tidak menyebutkan pencabutan hukuman mati. Organisasi seperti Human Rights Watch dan Organisasi Hak Asasi Manusia Eropa khawatir masih ada celah yang memungkinkan hakim menjatuhkan hukuman mati.

Pemerintah Arab Saudi membantah hal itu bisa terjadi.

“Perintah Kerajaan yang dikeluarkan pada Maret 2020 diberlakukan segera setelah diterbitkan dan diedarkan ke otoritas terkait untuk langsung dilaksanakan,” kata Pusat Komunikasi Internasional kerajaan kepada Reuters.

BACA JUGA: Arab Saudi Pangkas Hukuman Mati dari 184 Menjadi 27 Eksekusi

Pada 2019, sekitar 185 orang dieksekusi di Arab Saudi. Selain lima pelaku remaja yang dijatuhi hukuman mati belum dicabut, delapan anak Arab Saudi juga menghadapi dakwaan yang bisa mengakibatkan eksekusi. Pemerintah Arab Saudi mengatakan keputusan kerajaan itu akan berlaku surut untuk semua kasus ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini