Oknum Marbot Masjid Cabuli Belasan Anak di Cirebon, Terancam Dihukum Kebiri

Fathnur Rohman, Okezone · Rabu 20 Januari 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 525 2347803 oknum-marbot-masjid-cabuli-belasan-anak-di-cirebon-terancam-dihukum-kebiri-x01tIiWPnm.jpg Pelaku pencabulan. Foto: Fathnur Rahman

CIREBON - Seorang warga asal Bangka Belitung berinisial NF (52) terancam mendapat hukuman kebiri. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai marbot masjid ini melakukan pencabulan terhadap belasan anak laki-laki di bawah umur di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi menuturkan, NF merupakan tersangka kasus pencabulan. Dari hasil pemeriksaan sementara, sebanyak 13 anak laki-laki yang berusia 8-15 tahun sudah menjadi korban tindakan bejat pelaku. 

Dijelaskan Syahduddi, akibat perbuatannya ini, NF dijerat UU Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. Tidak hanya itu, penyidik telah berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum, agar menyertakan tuntutan hukuman sesuai yang tertera, dalam PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

"Ancaman hukuman kebiri kimia juga disertakan karena aturannya sudah disahkan. NF bekerja sebagai tukang kebun dan penjaga tempat ibadah, sehingga tinggalnya juga di situ kira-kira sejak setahun lalu," kata Syahduddi kepada wartawan, di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021).

Lebih lanjut Syahduddi menerangkan, kasus pencabulan tersebut berhasil terungkap setelah ada salah satu orang tua korban, melaporkan kejadian tersebut kepada pihaknya. Tidak kurang dari 1x24 jam, NF berhasil diamankan.

Selama menjalankan aksi cabulnya itu, NF kerap mengiming-imingi para korban dengan memberikan es krim, handphone, hingga uang tunai Rp50 ribu. Syahduddi menyebut, pelaku mencabuli para korban di salah satu ruangan di masjid tempatnya bekerja.

Baca juga: Pelajar yang Lecehkan Temannya di Kelas Juga Minta Video Call Tidak Senonoh

"Orang tua korban sempat kebingungan untuk melapor karena tidak mempunyai bukti. Sehingga korban berupaya mengambil kartu memori dari handphone tersangka. Tersangka beberapa kali membuat rekaman video aksi pencabulan yang dilakukannya," jelas Syahduddi.

Syahduddi menambahkan, NF mengaku pernah menjadi korban pencabulan saat masih duduk di bangku SMP. 

"Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon," ujar Syahduddi.

Sementara itu, Polresta Cirebon akan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait untuk melakukan pendampingan terhadap para korban. 

Di tempat yang sama, Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat, Bimasena mengatakan, pihaknya mendukung upaya Polresta Cirebon,  untuk menerapkan ancaman hukuman kebiri kimia kepada NF. Selain itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Polresta Cirebon yang telah bergasil mengungkap kasus tersebut.

Masih kata dia, pihaknya juga akan menurunkan tim rehabilitasi, untuk memberikan pendampingan kepada korban. "Dampak jangka panjang yang dikhawatirkan adalah korban menjadi pelaku perbuatan yang sama," ucap Bimasena.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini