Mendarat Tanpa Izin di Pangkalan Militer, Pengusaha Kaya Raya Ini Didenda Rp77 Juta

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 21 Januari 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 18 2348376 mendarat-tanpa-izin-di-pangkalan-militer-pengusaha-kaya-raya-ini-didenda-rp77-juta-2TmZyFmYa9.jpg Foto: Wales News Service

INGGRIS Pengusaha kaya raya ini didenda sebesar 4.000 poundsterling (Rp77 juta) karena mendaratkan pesawat pribadinya di bekas pangkalan RAF Valley tanpa izin setelah terbang 300 mil dari Surrey untuk menikmati hari di pantai.

Pangkalan militer ini diketahui menjadi tempat Duke of Cambridge menghabiskan tiga tahun di pangkalan yang terletak di Anglesey, North Wales, antara 2009 dan 2013. Kala itu, Pangeran William bekerja sebagai pilot helikopter pencarian dan penyelamatan.

Pangkalan ini memiliki keamanan sangat ketat, karena merupakan rumah bagi Sekolah Pelatihan Terbang No. 4 yang melatih pilot dan awak pesawat tempur untuk operasi maritim.

Richard Wood, 60, keluar dari jet senilai 2 juta poundsterling (Rp38 miliar) dengan kacamata hitam dan celana pendek ketika dia mendarat di RAF Valley di Anglesey selama lockdown Mei tahun lalu.

Di sidang pengadilan diketahui jika pengusaha tajir melintir ini awalnya berencana terbang mengunjungi ibunya yang sudah tua di Yorkshire setelah meninggalkan rumahnya di Chelsea seharga 4 juta poundsterling (Rp77 miliar).

(Baca juga: Pelantikan Biden, Ini Kata Keberagaman Suara Diaspora Indonesia)

Namun dia malah menerbangkan Pilatus PC-12 hampir 300 mil dari Fairoaks Airfield di Surrey ke pangkalan militer tertutup di Wales.

Jaksa Elizabeth Dudley-Jones mengatakan Wood mendarat di pangkalan - tempat Pangeran William bermarkas dengan tim RAF Sea King - pada Hari Libur Bank hari Senin meskipun tidak memiliki izin dari pengawas di menara.

(Baca juga: Iring-iringan Mobil Trump Disambut Para Pendukung)

“Pesawat N412MD lepas landas dari Bandara Fairoak dekat Woking di Surrey dan pilot Richard Wood telah mencari dan diberi izin untuk terbang dari bandara dan telah menyatakan niatnya untuk terbang ke Yorkshire dan kembali hari itu,” terang Elizabeth.

Biasanya ketika RAF Valley terbuka, pesawat sipil boleh mendarat tetapi izin harus diperoleh 24 jam sebelum kedatangan.

Pada 25 Mei 2020 lapangan terbang ditutup dan NOTAM telah mengeluarkan pengumuman itu.

Lapangan udara ditutup karena itu menjadi hari libur umum dan permintaan pesawat sipil untuk mendarat di Lembah RAF telah ditolak dan tidak ada kontrol lalu lintas udara yang tersedia.

“Bagaimanapun, ada larangan pendaratan pesawat sipil karena pembatasan Covid-19 dan pendaratan pesawat militer sendiri sangat dibatasi,” ungkapnya.

Elizabeth yang mewakili Otoritas Penerbangan Sipil, mengatakan petugas pemadam kebakaran Keith Roberts melihat pesawat di atas pangkalan dan menganggap pesawat itu dalam kesulitan dan ini darurat.

“Dia membunyikan alarm dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan,” ujarnya.

Ketika pesawat Pilatus mendarat di landasan pacu, petugas pemadam kebakaran parkir di sampingnya dan Roberts meminta Wood untuk mematikan mesin dan keluar dari pesawat mahal itu.

“Pilotnya adalah seorang pria kulit putih dengan tinggi sekitar 2 meter dan agak kurus. Dia mengenakan celana pendek, jaket kagool tipis dan kacamata serta rambut pendek beruban,” jelasnya.

Roberts pun bertanya kepadanya mengapa dia melakukan pendaratan tak terjadwal di Valley RAF dan pilot menjawab jika dirinya ingin melihat pantai.

Roberts mengatakan kepadanya jika dia mendarat di lapangan terbang militer dan tanpa izin. Namun pilot mengatakan dia menelepon menara berkali-kali tanpa menjawab.

“ Ketika Roberts memberitahunya pembatasan Covid-19 diberlakukan di Wales, pilot menjawab, tidak apa-apa, saya terkena Covid-19 dua bulan lalu,” ungkapnya.

“Roberts menggambarkan sikap awal pilot yang sembrono dan sombong, tetapi berubah ketika dia menyadari keseriusan situasinya,” ujarnya.

Polisi RAF pun dikirim dan Wood diminta untuk tetap berada di pangkalan sampai lapangan udara dibuka kembali keesokan paginya sehingga dia bisa mendapatkan izin yang tepat untuk pergi.

Namun, pengadilan mendengar Wood memilih terbang satu jam setelah mendarat.

Wood juga menjelaskan dia baru saja pindah kembali ke Inggris dari Kanada dan mengambil tanggung jawabnya sebagai pilot dengan serius.

Pengadilan Caernarfon Magistrates mendengar Wood adalah pemilik pesawat dengan 12 tempat duduk buatan Swiss yang didaftarkan melalui perusahaan Amerika Serikat (AS).

Wood, dari Chelsea, London, didenda 3.400 poundsterling (Rp65 juta) dan diperintahkan untuk membayar biaya 750 poundsterling (Rp14 juta) dan biaya tambahan 190 poundsterling (Rp3,6 juta). Semua ini harus dibayar dalam waktu 28 hari.

Ketua Hakim Alastair Langdon menegaskan ini adalah pelanggaran yang sangat serius.

Pengadilan juga mendengar jika dia memiliki lebih dari 2.200 jam pengalaman terbang dan memegang lisensi di Kanada dan AS.

Jaksa penuntut mengatakan dia tidak mendidik dirinya sendiri tentang prosedur penerbangan Inggris sebelum membuat kesalahan dan melewatkan berbagai petunjuk.

Wood mengaku mendarat dan lepas landas secara ilegal dari pangkalan. Dia tidak menghadiri persidangan dan tidak diwakili. Pengadilan mendengar dia memiliki pendapatan tahunan sebesar 375.000 poundsterling (Rp7,2 miliar) dan tabungan lebih dari 1 juta poundsterling (Rp19 miliar).

“Saya telah belajar dari pengalaman ini, telah mengambil banyak jam pelatihan dan pengujian penerbangan sejak hari ini dan sekarang memiliki lisensi penuh Inggris saya,” tulis Wood melalui sepucuk surat kepada pengadilan.

Dia menggambarkan dirinya sebagai pilot berpengalaman yang melihat terbang sebagai hak istimewa yang besar untuk dianggap serius.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini