Buaya Seberat 250 Kg Dijerat Warga, Dagingnya Disantap 70 Orang

Rus Akbar, Okezone · Jum'at 22 Januari 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 340 2349094 buaya-seberat-250-kg-dijerat-warga-dagingnya-disantap-70-orang-o5i02MgqxC.jpg Foto: Dok warga

MENTAWAI - Baresman Samungilailai (56), warga Dusun Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, memasang jerat buaya setelah ternak babinya dimangsa. Jerat yang dipasang di Sungai Taikako dekat jembatan besi itu membuat seekor buaya terperangkap. 

Baresman mengatakan, untuk menarik buaya tersebut, dia dibantu sembilan orang warga Dusun Silaoinan. Setelah mati, buaya tersebut dinaikkan ke atas perahu mesin. Buaya lalu dibawa ke tepi sungai dekat rumah Beresman.

"Sebelum terkena jerat buaya telah memakan satu ekor babi milik saya dengan berat babi sekitar 50 Kilogram, melihat hal itu saya menjadi kesal dan langsung memasang  jerat. Jerat tersebut sudah dipasang sejak Senin (18/1/) memakai umpan satu ekor anjing, Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, saya melihat satu ekor buaya dengan bobot sekitar 250 Kg dengan panjang sekitar 8 meter terkena jerat,” ujar Baresman. 

Baresman lalu kembali lagi ke rumah dan memberitahukan kepada tetangga, bahwa jeratnya berhasil menangkap buaya. Dia kemudian menyiapkan dua unit tombak untuk membunuh reptil tersebut.

Baca juga: Seorang Warga Diduga Hilang Diterkam Buaya saat Hendak Ambil Wudhu di Sungai

Untuk menarik buaya tersebut dari atas sampan ke darat membutuhkan tenaga 10 orang laki-laki dewasa. Sesampai di darat buaya tersebut langsung dikuliti. 

“Dagingnya dibagi-bagi kepada 70 orang, berapa berat daging buaya untuk satu orang tidak bisa diperkirakan sebab tidak ditimbang,” katanya.

Lanjut Baresman, masih ada satu ekor buaya yang lebih besar di Sungai Taikako. “Untuk itu kepada warga Dusun Silaoinan dan sekitarnya kalau pergi memancing atau menjual hasil perkebunan ke Desa Sikakap dengan menggunakan perahu jangan sendiri-sendiri perginya tetap bersama-sama dan tetap selalu waspada," ujar Baresman.

H Simanjuntak (70), warga Dusun Silaoinan menceritakan, dia sudah tinggal di Dusun Silaoinan sejak tahun 1982. Menurutnya, sudah 4 ekor buaya tertangkap di Sungai Taikako. Buaya sering memakan ternak babi. 

“Sejak saya tinggal di Dusun Silaoinan belum ada terdengar buaya di Sungai Taikako yang memakan orang, walaupun begitu kita tetap harus waspada, kalau tidak ada lagi ternak yang dimakan buaya tersebut tentu orang yang menjadi makanannya lagi," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini