Dokter Jamhari Ditemukan Tewas Sehari Setelah Divaksin Covid-19

Era Neizma Wedya, iNews · Sabtu 23 Januari 2021 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 610 2349668 dokter-jamhari-ditemukan-tewas-sehari-setelah-divaksin-covid-19-ibT436o4Bq.jpg Foto: iNews

PALEMBANG - Jamhari Farzal (49), seorang dokter di Palembang ditemukan tewas dalam mobilnya yang terparkir di sebuah halaman minimarket. Belakangan korban diketahui baru sehari disuntik vaksin Covid-19.

(Baca juga: Syekh Ali Jaber Belum Bisa Bayar Kontrakan, Keluarga: Alhamdulillah Ada yang Membantu)

Menganggapi hal itu, Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, mengatakan jika yang bersangkutan memang sempat menjalani vaksinasi corona pada Kamis (21/1/2021).

"Almarhum memang sempat disuntik vaksin, dan pada Jumat malam (22/1) ditemukan meninggal dunia," katanya, Sabtu (23/1/2021)

Namun dia menegaskan, vaksinasi tersebut bukan menjadi penyebab kematiannya. Dimana dari hasil visum di RS Bhayangkara, korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.

(Baca juga: Diamputasi Terkena Ranjau, Prajurit TNI Ini Sukses Jadi Pengusaha)

"Jadi kita tegaskan tidak ada kaitannya dengan vaksinasi corona. Hasil forensik almarhum meninggal karena kekurangan oksigen akibat ada penyakit jantung," katanya.

Dia menjelaskan, jika ada suatu reaksi pada tubuh seseorang usai vaksinasi, pasti hal tersebut akan cepat diketahui. Sebab reaksi yang timbul bisa terjadi dalam beberapa menit setelah vaksinasi dilakukan. "Istilahnya itu semacam syok anafilaktik dan pasti akan cepat diketahui," katanya.

Maka dari itu prosedur vaksinasi yang wajib dilakukan adalah setiap orang yang baru saja menjalani suntik vaksin, harus menunggu selama 30 menit di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. "Itu SOP yang sudah diterapkan dalam proses vaksinasi," katanya.

Yudhi pun mengimbau kepada masyarakat terutama tenaga kesehatan agar tidak takut disuntik vaksin. Sebab merupakan salah satu cara mencegah penyebaran virus corona. "Vaksin yang diberikan juga sudah melewati berbagai uji dan hasilnya bagus semua," tandasnya.

Sementara itu, Dokter Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang, dr Indra S Nasution, mengatakan pada pemeriksaan visum yang dilakukan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban. "Wajahnya sudah membiru, pendarahan pada bola mata, tangan, dada, dan kaki," katanya.

Menurutnya, jenazah meninggal diduga karena kehilangan oksigen yang sangat lama. Meski begitu, dirinya tidak dapat mengetahui jika ada penyebab kematian lain. "Hanya visum luar karena tidak dilakukan autopsi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini