Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kepala BKKBN Ditunjuk Presiden Pimpin Program Percepatan Penurunan Stunting

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 25 Januari 2021 |14:55 WIB
Kepala BKKBN Ditunjuk Presiden Pimpin Program Percepatan Penurunan Stunting
Cegah stunting pada anak.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menjadi Ketua Pelaksana Program Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, usai mengikuti rapat kabinet terbatas dengan Presiden Jokowi tentang stunting, Senin (25/1/2021).

"Telah diputuskan bahwa sebagai ketua pelaksana dari program luar biasa di dalam penanganan stunting ini, di bawah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN," ungkapnya.

Muhadjir menjelaskan, Presiden Jokowii telah menyampaikan pemetaan stunting di Indonesia secara detail dan jelas. Arahan tersebut akan dijadikan dasar oleh tim untuk membuat langkah konkret agar angka stunting bisa turun hingga 2024 mendatang.

Baca Juga: Mahasiswa Saintek Ciptakan Alat Pendeteksi Stunting

"Begitu juga alokasi anggaran yang selama ini tersebar di 20 kementerian, dan lembaga beliau meminta supaya di fokuskan kepada beberapa kementerian yang memang memiliki perpanjangan tangan langsung ke bawah," jelas dia.

Baca Juga: Jokowi Ngotot Angka Stunting Harus Turun Jadi 14%

Tim pelaksana program percepatan penurunan stunting yang dikomandoi BKKBN akan didukung oleh kementerian/lembaga terkait lainnya yang memiliki kepanjangan tangan di tingkat daerah.

"Bapak Presiden tadi juga meminta supaya daerah-daerah provinsi, kabupaten kota terutama yang angka stuntingnya masih tinggi betul memiliki kepedulian, memiliki kesungguhan dalam ikut serta menangani stunting ini," ucap Muhadjir.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement