"Seluruh petugas dan alat berat kita kerahkan untuk mengeruk seluruh saluran air dan waduk agar daya tampung air semakin maksimal," kata Juaini melalui pesan singkatnya, Kamis (28/1/2021)
Selain melakukan pengerukan, Juaini juga menyebut bahwa ada 3000 petugas SDA yang disiapkan untuk mengantisipasi genangan itu harus memastikan semua mulut dan tali air di seluruh jalan tidak tersumbat. Sebab, salah satu penyebab genangan diokasi rawan genangan yaitu tersumbatnya mulut dan tali air.
"Petugas harus siap ketika langit sudah mulai mendung atau petanda lainya akan turun hujan. Khususnya di jalan strategis yang menjadi fokus penanganan seperti di kawasan pemerintahan, perbelanjaan, perbisnisan dan sebagainya. Kita tidak mau genangan itu mengganggu perekonomian dan pemerintahan," tegasnya.
Baca Juga : BNPB: 227 Bencana Terjadi Sepanjang Januari 2021
Upaya lainnya, kata Juaini, yaitu mempersiapkan beragam teknologi mutakhir, antara lain pompa mobile sejumlah 133 unit dengan kapasitas 28,512 m3/dt, pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 m3/dt, pintu air 231 unit, excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase, AWLR (Automatic Water Level Recorder) di 21 lokasi, serta CCTV Online sejumlah 103 unit.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.