Dahsyatnya Sesar Lembang 2011 di Kampung Muril, Guncangan 3,3 M Rusak Ratusan Rumah

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 28 Januari 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 525 2352611 dahsyatnya-sesar-lembang-2011-di-kampung-muril-guncangan-3-3-m-rusak-ratusan-rumah-rP24XnkToJ.jpg Dadan (46), warga Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang sempat merasakan gempa sesar lebang pada 2011. (Foto: SINDOnews/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Sesar Lembang disebutkan sedang 'tertidur' pulas, namun bisa saja tiba-tiba terjadi pelepasan energi yang bisa memicu terjadinya gempa. Apalagi hingga kini belum ada teknologi yang bisa memprediksi dengan tepat kapan bencana akan terjadi, termasuk 'bangunnya' Sesar Lembang.

Sementara bagi warga Kampung Muril, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membicarakan Sesar Lembang, ibarat menguak luka lama. Pasalnya ratusan rumah di kampung tersebut sempat porak poranda akibat gempa bumi yang berasal dari pergerakan Sesar Lembang.

BACA JUGA: Heboh Gempa Dahsyat Sesar Lembang, Ini Penjelasan BMKG

Peristiwa yang terjadi pada 28 Agustus 2011 itu hingga kini masih menyisakan trauma psikis, terutama bagi warga yang rumahnya rusak. Bahkan saat itu guncangan Sesar Lembang tidaklah besar, hanya berkekuatan 3,3 Magnitudo (3,3 M). Tapi itu sudah cukup membuat ratusan rumah mengalami kerusakan mulai dari rusak ringan, sedang, sampai rusak parah.

"Rumah saya hancur, atap dan temboknya roboh. Saya masih dilindungi saat itu, karena keluarga berhasil menyelamatkan diri," terang salah seorang korban gempa Sesar Lembang tahun 2011, Dadan (46) warga Kampung Muril, RW 15 Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB, Kamis (28/1/2021).

Bagi Dadan, gempa kala itu mengajarkannya kesiapan dalam mengantisipasi ancaman pergerakan Sesar Lembang. Ilmu bangunan yang dimilikinya, dimanfaatkan untuk kembali membangun rumah dengan konstruksi yang bisa menahan guncangan sampai 6,8 Magnitudo meski dengan modal pas-pasan.

BACA JUGA: BMKG Sudah Pantau Aktivitas Sesar Lembang sejak 1963

"Rumah yang dibangun sekarang lebih kecil, tapi Insya Allah tahan gempa karena konstruksinya besi. Antisipasi Sesar Lembang bergerak lagi," kata dia.

Warga lainnya, Yetti (37) mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dengan adanya ancaman gempa dari Sesar Lembang. Seperti bagaimana harus menyelamatkan diri, mencari titik kumpul yang aman, dan apa yang harus dilakukan. Pengetahuan mitigasi bencana itu didapatkannya dari sosialisasi yang diberikan selama ini.

"Warga ada yang sudah paham tapi ada juga yang belum soal ancaman Sesar Lembang. Makanya sosialisasi, papan informasi dan jalur evakuasi juga harus ada, jadi jika terjadi gempa warga bisa tahu kemana harus menyelamatkan diri," tuturnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini