Share

Kebun Binatang Ini Rayakan Kelahiran Bayi Singa Hasil Inseminasi Buatan

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 29 Januari 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 18 2352889 kebun-binatang-ini-rayakan-kelahiran-bayi-singa-hasil-inseminasi-buatan-m4sSzyQzXH.jpg Wildlife Reserves Singapore

SINGAPURA - Kebun Binatang Singapura merayakan kelahiran anak singa pertamanya yang lahir melalui inseminasi buatan.

Sayangnya, bayi singa yang diberi nama “Simba” ini tidak akan pernah bisa bertemu ayahnya Mufasa, karena singa geriatri tidak bisa dihidupkan kembali setelah prosedur inseminasi.

Simba adalah putra satu-satunya Mufasa, karena agresi singa yang lebih tua membuat dia tidak pernah berhasil kawin.

Karena itu, kebun binatang memutuskan untuk melanjutkan garis keturunannya melalui proses yang jarang digunakan.

Menurut seorang juru bicara, air maninya dikumpulkan melalui “ejakulasi elektrik” untuk inseminasi buatan.

Setelah itu, Mufasa yang lemah harus disuntik mati. Musafa yang berumur 20 tahun diketahui hidup lebih lama dari saudara-saudaranya yang liar selama enam hingga 10 tahun.

(Baca juga: Diduga Hirup Nitrogen Cair yang Bocor, 6 Orang Tewas, 12 Dirawat)

Hewan itu tidak hanya tua, tetapi juga menderita atrofi. Oleh karena itu, pihak kebun binatang mengatakan kepada BBC jika prosedur utama adalah menidurkan Mufasa dengan alasan manusiawi.

“Pengambilan air mani saat Mufasa di bawah pengaruh bius adalah prosedur sekunder, meskipun penting, untuk memastikan garis keturunannya berlanjut setelah kematiannya,” terang mereka, dikutip BBC.

Dan Simba tampaknya siap untuk melanjutkan garis keturunan ayahnya. Pada usia tiga bulan, singa kecil itu tampaknya berkembang.

Nama Simba diambil dari film klasik Disney “The Lion King”. Simba sebetulnya lahir pada Oktober tahun lalu. Namun kebun binatang menunggu sampai sekarang untuk mengumumkan berita tersebut.

(Baca juga: WHO Tinjau Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac)

Beberapa masalah makan karena ibunya Kayla memiliki kelenjar susu yang meradang membuat Simba akhirnya diberi susu melalui botol tetapi tetap dekat dengan ibunya.

Pusat Penelitian dan Perawatan Kesehatan Satwa Liar di Kebun Binatang Singapura mengatakan Simba tumbuh menjadi singa kecil yang sehat dan ingin tahu. Dia sellau suka bermain dengan bola rotan.

“Dia telah mulai menikmati sejumlah kecil daging mentah bersama dengan susunya dan menghabiskan sebagian besar waktunya bermain dengan perangkat pengayaan yang disiapkan oleh penjaganya untuk memelihara perkembangannya,” jelas pusat penelitian.

Menurut kebun binatang, gen Mufasa yang sekarang diteruskan ke Simba -akan memiliki nilai tinggi dalam berkontribusi pada keragaman genetik dan keberlanjutan populasi singa Afrika di lembaga zoologi.

Spesies ini diklasifikasikan sebagai spesies yang rentan oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini