Legenda Janggitan, Lelembut Sawah Berwajah Mengerikan di Sukoharjo-Wonogiri

Agregasi Solopos, · Jum'at 29 Januari 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 512 2352827 legenda-janggitan-lelembut-sawah-berwajah-mengerikan-di-sukoharjo-wonogiri-pqVo0qaPtF.jpg Petani sedang beraktivitas di sawah, Tuban, Gondangrejo, Karanganyar (Foto: Solopos)

SUKOHARJO - Pada zaman dahulu dikenal makhluk halus bernama Janggitan yang tugasnya sebagai penunggu sawah di Sukoharjo dan Wonogiri.

Hantu satu ini konon dikenal masyarakat saat zaman orde baru. Di mana masa tersebut pembangunan sektor pertanian sangat diperhatikan sekali.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari unggahan pengelola akun Instagram @misterisolo, lelembut Janggitan ini memang ditugasi petani untuk menjaga sawah mereka di Sukoharjo dan Wonogiri.

"Janggitan sendiri dipercaya sebagai lelembut yang ditugasi oleh petani sebagai penunggu sawah agar tidak dirusak dan dicuri," ujar dia.

Baca Juga:  Dua Remaja Nekat Bongkar Makam Demi Mendapatkan Ilmu Menghilang

Makhluk halus Janggitan ini dipelihara oleh petani dengan upah sesajen, berupa bunga, kopi, dan rokok.

"Lelembut ini dipelihara oleh beberapa petani dengan balas budi berupa sajen bunga, kopi, dan rokok di malam-malam tertentu. Konon, bagi siapa yang hendak berbuat jahat di sawah yang dijaga Janggitan, maka sang penunggu akan memunculkan wujudnya untuk menakut-nakuti," tambah dia.

Wujudnya Ngeri

Hantu penunggu sawah di Sukoharjo dan Wonogiri dikenal sebagai sosok yang berpenampilan mengerikan.

Wajahnya gelap, kulit mengelupas dan juga memiliki taring yang panjang merupakan sekilas gambaran wujud hantu sawah satu ini.

"Wujudnya-pun juga cukup menyeramkan. Wajahnya gelap dengan beberapa kulit yang mengelupas, taring yang panjang, serta air liur yang menetes tidak karuan," beber pengelola akun Instagram @misterisolo.

Di balik wujudnya yang ngeri, Janggitan ternyata memiliki penampakan unik di bagian dahinya yang menyala berwarna kuning mirip petromaks.

Baca Juga: Cerita Siluman Ular Penunggu Beringin Raksasa Resahkan Warga Semarang

Hal inilah yang mengakibatkan masyarakat kerap tertipu dengan penampilan lelembut satu ini karena dianggap petani yang sedang membawa petromaks.

"Ada satu hal yang unik dari lelembut ini yaitu ditengah dahinya muncul cahaya kuning seperti lampu. Oleh karena itu banyak yang mengira lelembut ini sebagai orang yang membawa petromak di tengah sawah pada malam hari. Lelembut ini tampil telanjang dengan tumit kaki yang terbalik. Jika berjalan maju, tumit akan terlihat seperti berjalan mundur," jelasnya.

Ada beragam cara yang dipercaya bisa mendatangkan sosok hantu sawah di Sukoharjo dan Wonogiri ini. Salah satunya adalah dengan membakar rokok dan terasi di tengah sawah. Sebagaimana dijelaskan oleh @misterisolo.

"Beberapa sawah di Sukoharjo dan Wonogiri masih memelihara lelembut ini sebagai penjaga sawahnya. Konon, kita cukup membakar rokok dan terasi untuk ditaruh di tengah sawah jika ingin menemuinya," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini