Kudeta Militer Myanmar, 42 Pejabat Ditangkap, Keberadaan Suu Kyi Masih Misterius

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 02 Februari 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 18 2354958 kudeta-militer-myanmar-42-pejabat-ditangkap-keberadaan-suu-kyi-masih-misterius-IQ7UnnAh63.jpg Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. (Foto: Reuters)

YANGON – Militer Myanmar menangkap puluhan pejabat pemerintahan dan aktivis hak-hak sipil dalam kudeta pada Senin (1/2/2021), demikian dilaporkan organisasi hak asasi manusia (HAM) Myanmar.

Sebagaimana diberitakan, militer Myanmar menangkap pemimpin pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi, (75), dan sejumlah pejabat, termasuk Presiden Win Myint, dalam sebuah penggerebekan pada Senin dini hari. Militer kemudian mengambil alih kekuasaan dan mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun.

BACA JUGA: Kudeta Myanmar, Militer Copot 24 Menteri dan Deputi, Tunjuk 11 Pengganti di Pemerintahan Baru

Militer mengatakan Suu Kyi ditahan terkait dugaan “kecurangan pemilu” dalam pemilihan November. Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) meraih kemenangan telak dalam pemilu tersebut.

BBC melaporkan bahwa militer tidak hanya menangkap pejabat pemerintahan pusat, tetapi juga para pimpinan di daerah, salah satunya anggota parlemen regional, Pa Pa Han, yang disiarkan via livestream di Facebook oleh suaminya.

Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) melaporkan bahwa setidaknya 42 pejabat pemerintahan dan 16 aktivis hak-hak sipil telah ditangkap pada Senin. Organisasi itu masih dalam proses verifikasi nama-nama yang ditahan, dan mencatat bahwa beberapa yang ditahan telah dibebaskan.

Sejauh ini keberadaan Suu Kyi dan Presiden Win Myint dan para pemimpin NLD lainnya masih belum diketahui. Militer tidak memberikan informasi tentang di mana mereka ditahan atau dalam kondisi apa.

BACA JUGA: Kudeta Militer Myanmar, Warga Merasa Terkejut, Takut, Marah, dan Frustasi

Suu Kyi menyerukan protes terhadap kediktatoran militer dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin. Tetapi hingga kini belum ada laporan tentang kerusuhan.

Warga Myanmar menanggapi kudeta ini dengan keterkejutan dan ketakutan, mengingatkan mereka pada pemerintahan militer sebelumnya, yang baru berakhir pada 2011.

Militer yang melancarkan kudeta berdarah pada 1988 menjalankan pemerintahan di Myanmar pada 1990-an sampai 2000-an. Korupsi merajalela, dengan harga yang berfluktuasi, penindasan, konflik etnis, dan kekurangan gizi yang kronis terjadi di beberapa daerah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini