Viral Video Berjalan Seperti Penguin Usai Tes Covid-19 Usap Anal, China Jamin Itu Tidak Akan Terjadi

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 02 Februari 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 18 2354974 viral-video-berjalan-seperti-penguin-usai-tes-covid-19-usap-anal-china-jamin-itu-tidak-akan-terjadi-HF0Iw3tEty.jpg Sekelompok orang diduga berjalan seperti penguin usai tes usap anal Covid-19 (Foto: Douyin/ButianChuanmei

CHINA – Pihak berwenang China memastikan tidak akan ada warganya yang berjalan seperti penguin setelah merebaknya video palsu usap anal untuk menguji virus Covid-19.

Pejabat meyakinkan warga tidak akan berjalan "terombang-ambing" seperti burung yang tidak bisa terbang itu setelah menjalani prosedur medis, yang digunakan di negara itu untuk memperketat kasus Covid-19.

Tidak ada penjelasan resmi yang diberikan tentang mengapa orang-orang difilmkan berjalan dengan cara yang aneh seperti penguin.

Menurut dokter yang mengatakan kepada CCTV, pusat karantina China sudah mulai menggunakan usap anal untuk menguji Covid-19 bagi “orang-orang kunci”.

Beberapa ahli percaya metode ini jauh lebih akurat daripada usap hidung atau tenggorokan dan dapat meningkatkan kemungkinan untuk mendeteksi virus.

(Baca juga: Perawat Ini Diikat, Disiksa, dan Dipukuli di Rumah Sakit Pakistan)

Menurut instruksi resmi, usap anal perlu dimasukkan sekitar tiga sampai lima sentimeter (1,2 sampai 2 inci) ke dalam rektum pasien dan diputar beberapa kali untuk mengambil sampelnya.

Tes ini dilakukan oleh petugas medis dan memakan waktu sekitar 10 detik.

Video tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan warga China berjalan dengan kaki kaku dengan tangan sedikit terbuka saat meninggalkan rumah sakit.

Video ini diambil pada 28 Januari di Shijiazhuang, ibu kota Provinsi Hebei di China utara.

(Baca juga: Jual Vaksin Covid-19 Palsu Berisi Air Garam, 80 Orang Ditangkap)

Klip tersebut dilaporkan telah dilihat jutaan kali di berbagai platform media sosial (medsos) China sebelum dihapus oleh sensor internet.

Pejabat tidak menjelaskan kapan dan di mana rekaman itu sebenarnya direkam atau mengapa orang berjalan aneh di dalamnya.

Pusat Laporan Internet Shijiazhuang mengklaim rekaman yang sedang tren telah diedit dan direkayasa untuk menyebarkan 'rumor'.

Melalui posting-an di medsos resmi pada Minggu (31/1), pihak berwenang mengutip departemen kesehatan kota dan seorang dokter untuk membuktikan jika video itu tidak asli.

Postingan tersebut mengakui petugas medis Shijiazhuang telah menggunakan usapan anal pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang juga menderita diare. Tetapi ditegaskan metode tersebut tidak pernah digunakan selama pengujian massal komunitas.

Otoritas memastikan pasien tidak akan mengalami ketidaknyamanan setelah tes anal tersebut.

Outlet propaganda Beijing, Global Times kemarin menerbitkan artikel berbahasa Inggris berjudul “You won't walk like penguin after anal swab coronavirus test” karena bertujuan untuk menyampaikan pesan resmi kepada pembacanya.

Diketahui, ibu kota China, Beijing, mulai menggunakan metode pendeteksian “derriere” selama uji coba massal minggu lalu setelah seorang bocah lelaki berusia sembilan tahun dinyatakan positif terkena virus.

Beberapa petugas medis percaya jejak virus corona baru dapat bertahan lebih lama di sistem pencernaan seseorang daripada di sistem pernapasan.

Karena itu, Wakil Kepala Dokter Rumah Sakit You'an Beijing, Dr Li Tongzeng mengatakan usapan anal memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada usap tenggorokan dan hidung.

“Kami menemukan beberapa pasien tanpa gejala cenderung pulih dengan cepat. Ada kemungkinan tidak akan ada jejak virus di tenggorokan mereka setelah tiga hingga lima hari,” terangnya kepada CCTV.

“Tetapi virus bertahan lebih lama pada sampel yang diambil dari saluran pencernaan dan kotoran pasien, dibandingkan dengan yang diambil dari saluran pernapasan,” lanjutnya.

"Jika kita melakukan usapan anal untuk pengujian asam nukleat, itu akan meningkatkan tingkat deteksi pasien dan menurunkan kemungkinan diagnosis yang terlewat," tambah ahli tersebut.

Namun akurasi dan efisiensi usap anal tetap kontroversial.

Seorang ahli medis mengatakan kepada Global Times jika usap hidung dan tenggorokan masih merupakan tes yang paling efisien karena virus telah terbukti tertular melalui saluran pernapasan bagian atas daripada sistem pencernaan.

“Ada kasus mengenai tes virus corona positif pada kotoran pasien, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu ditularkan melalui sistem pencernaan seseorang, “ ungkap Profesor Yang Zhanqiu dari Universitas Wuhan.

China sebagian besar telah mengekang transmisi domestik Covid-19 melalui pengujian ketat dan pelacakan kontak.

Wabah terbaru sebagian besar terjadi di timur laut yang dingin, dengan 33 kasus baru dilaporkan secara nasional pada Senin (1/1) di tiga provinsi.

China mencatat lebih dari 2.000 kasus domestik baru pada Januari, total bulanan tertinggi sejak fase terakhir wabah awal di Wuhan pada Maret tahun lalu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini