BNPB memberikan dukungan 4 helikopter dalam penanganan darurat pascagempa M6,2 Sulbar. Pemanfaatan helikopter tersebut digunakan untuk mobilisasi personel medis dan kaji cepat, survei udara, evakuasi warga dan distribusi logistik.
Hingga hari ini, pos operasi udara masih menerima permintaan mobilisasi sukarelawan medis sehingga pengaturan distribusi bantuan disesuaikan tim gabungan operasi udara yang dikomandoi Satuan Tugas TNI AU.
Baca Juga: BMKG: Total 48 Gempa Terjadi di Sulbar
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi dalam pendistribusian bantuan melalui helikopter ini tidak semua titik memiliki helipad. Helipad atau tempat pendaratan dibutuhkan pilot sehingga ketika helikopter dapat mendarat, ini dapat memudahkan bongkar muat bantuan dari badan helikopter. Terkadang, tim gabungan melakukan airdrop ketika tidak menemukan helipad yang aman untuk pendaratan di wilayah tujuan.
Hari ini, operasi udara ditargetkan tim gabungan pada wilayah terisolir lain, yaitu di wilayah Tapalang dan Tanggalok. Pos komando penanganan darurat bencana masih banyak menerima laporan masyarakat yang daerahnya belum tersentuh bantuan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.