1 Kasus Covid-19 Ditemukan, 2 Juta Warga Australia Diisolasi

Antara, · Rabu 03 Februari 2021 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 18 2355942 1-kasus-covid-19-ditemukan-2-juta-warga-australia-diisolasi-80Mvnk8cSs.jpg Petugas medis melayani warga yang antre di kendaraan mereka untuk melakuakn tes Covid-19 di klinik Rumah Sakit St. Vincent di kawasan Pantai Bondi, Sydney, Australia, 20 Desember 2021. (Foto: Antara/Reuters)

CANBERRA - Sekira dua juta warga Australia pada Senin (1/2/2021) memulai hari pertama mereka dari penguncian virus corona yang ketat setelah penemuan satu kasus penularan lokal di Perth, Ibu Kota Negara Bagian Australia Barat. Sejauh ini tidak ada kasus baru Covid-19 sejak penemuan tersebut.

Pihak berwenang memerintahkan penguncian selama lima hari di Perth setelah seorang penjaga keamanan di sebuah hotel yang digunakan untuk mengkarantina orang-orang yang kembali dari luar negeri ditemukan tertular virus.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Hancurkan 30 Rumah di Australia Barat, Warga Diminta Mengungsi

Pemerintah Australia Barat mengatakan 66 orang melakukan kontak dekat dari penjaga yang tidak dikenal itu dan tidak ada dari mereka yang telah diuji terinfeksi.

"Total 13 kontak dekat sekarang telah dinyatakan negatif dan dari 11 kontak berisiko tinggi itu telah dipindahkan ke karantina hotel sebagai tindakan pencegahan," kata Pemimpin Negara Bagian Australia Barat Mark McGowan kepada wartawan di Perth.

Tes pada kontak dekat lainnya diharapkan akan selesai pada Senin, kata McGowan.

Australia telah berhasil menahan sebagian besar epidemi COVID-19 - membatasi kasus hingga hampir 29.000 dan kematian hingga 909 - dengan jenis tindakan tegas yang terlihat di Perth, dan kontrol perbatasan yang ketat.

BACA JUGA: Peluncuran Vaksin Covid-19, Australia Akan Rangkul Apotek

Kampanye vaksin akan dimulai bulan ini, yang menurut Perdana Menteri Scott Morrison akan menelan biaya setidaknya AUD6,3 miliar atau Rp67,2 triliun.

Australia telah berjanji untuk membelanjakan AUD4,4 miliar atau Rp46,9 triliun.

Tetapi Morrison mengatakan pemerintahnya telah menyisihkan AUD1,9 miliar atau sekitar Rp20,2 triliun lagi untuk membayar peluncuran vaksin COVID-19.

"Strategi ini didukung oleh alokasi awal sekitar AUD1,9 miliar atau sekitar Rp20,2 triliun dalam dukungan baru untuk peluncuran vaksin. Ini di atas lebih dari AUD4,4 miliar atau Rp46,9 triliun yang dialokasikan untuk pembelian vaksin," kata Morrison dalam pidatonya di Canberra.

Mengklasifikasikan program inokulasi sebagai "prioritas pertama", Morrison mengatakan ekonomi sekarang harus mulai melepaskan diri dari pengeluaran pemerintah.

Australia telah menjanjikan lebih dari AUD250 miliar atau sekitar Rp2.665 triliun dalam bentuk stimulus, yang sudah mulai berkurang.

Tetapi Morrison mengatakan ada batasan untuk dukungan yang bisa diberikan pemerintah.

"Kami tidak menjalankan anggaran cek kosong," kata Morrison.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini