Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dentuman Misterius di Malang, Pakar Kebencanaan: Bisa Jadi Dibuat Manusia Sifatnya Rahasia

INews.id , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2021 |17:04 WIB
Dentuman Misterius di Malang, Pakar Kebencanaan: Bisa Jadi Dibuat Manusia Sifatnya Rahasia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MALANG - Suara dentuman misterius yang menghebohkan warga Malang dan sekitarnya sepanjang Rabu (3/2/2021) dini hari hingga kini belum diketahui asal-usulnya. Warga pun masih dibuat penasaran dengan suara dentuman keras itu.

Pakar Kebencanaan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Edi Susilo mengatakan, meski belum bisa disimpulkan, dentuman misterius tersebut bisa jadi karena aktivitas yang dibuat oleh manusia. Sebab, fenomena dentuman keras tersebut bukan berasal dari bumi, melainkan dari atas permukaan.

“Bisa jadi dentuman keras tersebut berasal dari aktivitas yang dibuat oleh manusia yang sifatnya rahasia,” katanya, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga:  6 Jam Suara Dentuman Misterius di Malang, Begini Penjelasan BMKG

Adi mengaku telah berkoordinasi dengan BMKG Karangkates maupun Tretes. Hasilnya tidak menunjukkan aktivitas peningkatan kegempaan maupun data aktivitas petir yang tidak menunjukkan anomali peningkatan.

“Selain tidak adanya rekaman seismic, juga tidak ada hujan petir. Kalau berasal dari aktivitas Gunung Semeru maupun Raung, harusnya ledakannya masuk ke permukaan bumi,” paparnya.

Warga Malang, Lila Ratri mengatakan, kerasnya suara dentuman itu mengakibatkan beberapa warga sampai terjaga dari tidur karena penasaran sekaligus khawatir. “Suaranya keras menggelegar sampai kaget ndak bisa tidur,” katanya.

Baca Juga: Warga Malang Raya Dikejutkan Suara Dentuman Misterius Tengah Malam

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement