Polisi Temukan Fakta Baru Pembunuhan Keluarga Dalang Ki Anom

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 06 Februari 2021 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 512 2357400 polisi-temukan-fakta-baru-pembunuhan-keluarga-dalang-ki-anom-epfcBnFHz6.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

REMBANG – Polisi masih mendalami kasus pembunuhan yang menewaskan empat orang di Padepokan Ongko Joyo Desa Turusgede Rembang, Jawa Tengah. Anjing pelacak turut dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengendus keberadaan pelaku.

Empat korban tewas di antaranya seniman sekaligus dalang Ki Anom Subekti (65), istrinya Tri Purwati (50), anak Al Fitri Saiditina (12), dan cucu Galih Lintang Laras Kinanti (11). Para korban ditengarai dihabisi saat dalam kondisi tidur, dan sejumlah barang berharga milik korban masih utuh.

“Informasi terbaru, dua buah HP milik pasangan suami istri yang terbunuh, Anom Subekti dan Tri Purwati ikut dibawa pelaku. Muncul dugaan untuk menghilangkan jejak komunikasi dengan pelaku,” kata Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga:  Kesaksian Ketua RT Jelang Detik-Detik Pembantaian Keluarga Dalang Ki Anom

Hasil penyelidikan polisi, keluarga Anom Subekti tersebut diduga dibunuh karena dianiaya menggunakan benda tumpul. Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi tengah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

Polres Rembang juga mengerahkan anjing pelacak di lokasi kejadian dalam mengusut kasus pembunuhan empat orang yang masih satu keluarga. Polisi ingin mencari tambahan bukti, termasuk kemungkinan adanya jejak para pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang.

Kejadian nahas itu diketahui ketika ada pembantu korban datang ke rumah untuk memasak. Namun begitu tiba, dia terkejut karena melihat penghuni rumah tergeletak di kamar. Posisi korban yakni istri di kamar berbeda, sedangkan Anom, anak, dan cucu berada di dalam kamar yang sama.

Baca Juga:  Banjir di Kudus Makin Meluas, Warga Mengungsi ke Sekolah Dasar

Pembantu korban lantas memberitahukan warga lain dan Ketua RT setempat. Setelah itu diteruskan kepada aparat kepolisian. Seketika warga gempar, dengan kabar tersebut. Terlebih, lokasi tempat kejadian berada sekitar sekira 0,5 kilometer sebelah selatan Mapolres Rembang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini