Jatuh Bangun di Medan Super Berat Desa Terisolir, Resiko Dokter dan Nekes Layani Warga Ngadu Ngala NTT

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Senin 08 Februari 2021 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 340 2358320 jatuh-bangun-di-medan-super-berat-desa-terisolir-resiko-dokter-dan-nekes-layani-warga-ngadu-ngala-ntt-3MC7UFhAq3.jpg Dokter Aldo Anapaku bersama tim nakes mengunjungi desa terisolir di NTT. (Fot:iNews TV)

SUMBA TIMUR - Perjuangan tim tenaga kesehatan (nakes) yang dipimpin oleh seorang dokter di wilayah Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial (medsos). Pasalnya, image dokter yang biasanya bersih dan necis serta bermobil tak tampak di video ini.

Dalam video amatir itu, terlihat dokter Aldo Anapaku dan tim tenaga kesehatan menerabas jalanan licin di wilayah Kecamatan Ngadu Ngala.

Jalan yang baru diguyur hujan licin dan berlumpur harus dilalui, karena hanya menjadi satu – satunya akses menuju tujuan mereka.

Baca Juga: Helikopter BNPB Evakuasi Warga Sakit Terisolir Pascagempa Sulbar

Walau menggunakan motor trail sehingga terkesan seperti sedang cross country atau road race, tapi sejatinya mereka ini bukanlah crosser profesional Tapi yang pasti, mereka adalah nakes profesional.

Jatuh dari motor yang menjadi kendaraan harus dialami dokter, beruntung tidak cedera berarti. Untuk sekedar melepas kepenatan dan juga menghibur diri, mereka sesekali bernyanyi bersama sembari rehat sejenak.

Baca Juga: Sebanyak 866.609 Tenaga Kesehatan Sudah Divaksinasi Covid-19

Dokter Aldo Anapaku yang dihubungi via telepon selulernya menyatakan, video itu diambil pada Senin (1/2/2021) lalu kala dirinya dan tim nakes menuju Desa Prau Raming dan Desa Kabanda yang merupakan desa paling terisolir di Kecamatan Ngadu Ngala.

Mereka melakukan tugas rutin itu dalam kegiatan puskesmas keliling (pusling) juga posyandu, karena di desa tujuan mereka tidak miliki bidan. Maka, di tim mereka kali ini turut dibawa serta bidan.

Jaraknya memang hanya 30 kilometer, tapi karena medan yang sulit bahkan harus terabas sungai yang bisa sesewaktu terjadi banjir bandang, waktu tempuh bisa mencapai empat jam. Video yang diposting dokter Aldo Anapaku dan juga rekan–rekannya itu, viral dan mengundang simpati dan respon positif warganet.

(amr)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini