Berkedok Investasi, Penyanyi Dangdut Tipu Rekannya hingga Ratusan Juta

Avirista Midaada, Okezone · Senin 08 Februari 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 519 2358643 berkedok-investasi-penyanyi-dangdut-tipu-rekannya-hingga-ratusan-juta-q4IaSAFmxW.jpg Polres Malang menangkap Penyanyi dangdut Reni Mozza terkait kasus penipuan (Foto: Avirista Midaada)

MALANG - Berkedok investasi, penyanyi dangdut di Kabupaten Malang, Jawa Timur menipu tiga orang rekannya yang masih satu profesi. Pelaku bernama Reni Mozza (43) warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, awalnya menawarkan investasi usaha gula dan tembakau ke tiga rekannya, dengan iming-iming mendapatkan bagi hasil yang besar.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, pelaku dan ketiga korbannya ini merupakan teman kerja dan saling mengenal. Selanjutnya, Reni menawarkan ke tiga rekannya untuk sama - sama bisnis investasi gula pasir dan tembakau.

"Modusnya adalah, tersangka mengiming-iming korban untuk menginvestasikan uangnya kepada usaha yang dijalankan oleh pelaku. Pelaku mengatakan punya usaha gula putih, gula merah, dan tembakau. Status dari pelapor dan terlapor yang merupakan sama-sama penyanyi dangdut di wilayah Kabupaten Malang," ungkap Hendri Umar saat rilis di Mapolres Malang, pada Senin sore (8/2/2021).

Baca Juga:  Make Up Artist Ditangkap karena Penipuan Rekrutmen Citilink, Pelaku Terpapar Covid-19

Pelaku menawarkan korban akan dapat keuntungan dari investasi tersebut setelah 14 - 21 hari. Bila korbannya menginvestasikan dalam 21 hari, maka akan mendapat keuntungan hingga 50 persen. Namun, jika berinvestasi 14 hari, Reni hanya mengiming-imingi korbannya mendapat keuntungan di bawah 50 persen. Pelaku awalnya sempat memberikan keuntungan setelah korbannya menginvestasikan uangnya pada Mei 2020.

"Pada awalnya, pelaku sempat mengembalikan dan membayarkan keuntungan kepada korban. Akhirnya korban ada yang menginvestasikan lagi, menambah uang untuk diputar kembali," ucap Hendri.

Namun, seiring berjalannya waktu, pembayaran yang dilakukan Reni macet mulai bulan Juli 2020. Ketiga korbannya pun mendatangi pelaku dan meminta kejelasan mengenai dana keuntungan investasi yang dijanjikan pelaku.

"Korban mendatangi pelaku, dan pelaku menyampaikan bahwa dia tidak memiliki usaha seperti yang telah dijanjikan. Dari sana ketiga orang perempuan ini datang ke kami untuk membuat laporan perkara penipuan. Pelaku sendiri kami amankan pada Desember 2020 lalu," bebernya.

Baca Juga:  Ngaku Bisa Tarik Uang Pesugihan, Dukun Palsu Ditangkap

Hendri menambahkan, dari penyelidikan yang dilakukan tim Satreskrim Polres Malang diketahui pelaku Reni ternyata tak memiliki usaha di bidang gula dan tembakau sebagaimana yang dijanjikan ke korbannya. "Setelah dicek lebih lanjut, ternyata usaha ini upaya fiktif, investasi fiktif yang dilakukan tersangka," kata Hendri kembali.

Korban sendiri disebut Hendri, telah mengirimkan sejumlah nominal uang bervariasi mulai dari Rp88 juta, Rp100 juta, hingga Rp290 juta ke pelaku. Namun, oleh pelaku uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mencukupi kebutuhan sehari - hari dan ada yang dipinjamkan ke pihak lain.

"Korban untuk sementara tiga orang, ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah ada korban lain. Total kerugian ada Rp450 juta rupiah dari ketiga korban," ujarnya.

Di sisi lain pelaku Reni mengaku uang yang didapatnya dari para korban diputar untuk dipinjam - pinjamkan ke orang lain. Kepada polisi dan awak media, Reni mengaku sebelumnya pernah melakukan tindakan jahat tersebut.

"Pinjam uang terus diberi keuntungan. Untuk dipinjam-pinjamkan lagi. Tiga orang saja (korbannya). Sebelumnya tidak ada," jelasnya.

Polisi sendiri menyita sejumlah barang bukti berupa rekapan transfer korban ke rekening pelaku, percakapan korban dan pelaku melalui aplikasi whatsapp, dan kwitansi pembayaran. Kini, akibat perbuatannya biduan dangdut ini harus mendekam di jeruji besi Polres Malang dan dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini