Diperas Napi Rp150 Juta, Janda Cantik Tak Sadar Direkam saat Video Call

Tim Okezone, Okezone · Rabu 10 Februari 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 340 2359677 diperas-napi-rp150-juta-janda-cantik-tak-sadar-direkam-saat-video-call-mY5mXI3mpI.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

PEKANBARU - Seorang janda berinisial SS diperas narapidana (Napi) Lapas Kelas IIB Gunung Sugih Tengah, Lampung, berinisial IS sebesar Rp150 juta. Hal itu dilakukan lantaran korban tak sadar tengah direkam pelaku saat melakukan video call sex (VCS).

Hasil rekaman itu pun dimanfaatkan pelaku untuk memeras sang janda. Atas aksinya, pelaku ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Riau.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadi mengatakan, untuk memuluskan aksinya, Swardi mengaku sebagai anggota polisi dan berhasil mengajak korban berinisial SS untuk phone sex. "Pelaku berhasil menguras uang korban Rp13 juta," kata Andri Selasa (9/2/2021).

Dia mengatakan, bahwa antara korban dan tersangka kenal melalui media sosial (Medsos) facebook. Perkenalan mereka berlanjut ke tukaran nomor telpon. Hubungan mereka semakin akrab dan akhirnya menjalin hubungan.

Suatu hari IS mengajak korban untuk melakukan phone sex melalui video call whatsapp. Korban pun mau dan kedunya melakukan VCS. Saat tulah pelaku merekam layar atau screenshoot layar handphone secara diam-diam.

Beberapa hari kemudian, pelaku meminta uang kepada korban. Dia pun mengancam kalau tidak diberikan, akan menyebar screenshoot phone sex. Karena takut, wanita yang merupakan warga Riau itu mentransfer uang Rp13 juta sesuai permintaan pelaku.

Lalu, pelaku meminta uang, kali ini dengan jumlan yang lebih besar, Rp150 juta. Jika tidak diberikan, pelaku mengancam akan menyebarkan. Tidak tahan terus diperas, akhirnya korban melaporkan kasus ini ke Polda Riau.

Baca Juga : Heboh Buku Sosiologi SMA Merujuk ke Situs Porno, Kemendikbud Harus Hati-Hati Beri Izin Penerbit

Baca Juga : Ancam Sebar Foto Syur Janda, Napi Minta Uang Rp150 Juta

Pihak kepolisian pun melacak siapa pemilik akun facebook dan mencari kode IMEI telpon genggam pelaku dan akhirnya berhasil melacaknya. Setelah berkordinasi dengan pihak Lapas Gunung Sugih, polisi membawa tersangka IS ke Riau.

"Pelaku membuat akun palsu atas nama Herlan Pratama https://www.facebook.com/herlan.pratama.585 yang menggunakan foto profil seorang anggota Polri. Dia warga binaan dengan kasus percurian dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan baru menjalani hukuman 1 tahun," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini